"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 9 March 2020

Kisruh dengan Polisi, 6 Demonstran Dilarikan ke Rumah Sakit


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Demonstrasi yang dilakukan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama petani Puger menuntut relokasi irigasi dikembalikan seperti semula berlangsung kisruh, Senin 9 Maret 2020.

Salah satu demonstran, Husen kepada MAJALAH-GEMPUR.Com mengatakan, kronologi ricuh dengan polisi bermula dari demonstran hendak menyegel gerbang depan Pemkab Jember.

Kemudian, sambung Husen, polisi diminta untuk masuk ke dalam, semuanya sudah sepakat. Tapi, ada beberapa polisi yang masih berdiri di depan sekitar 10-15 polisi, "Mereka tidak masuk ke dalam jadi tidak bisa nyegel," ujar Husen.

"Teman-teman mungkin sedikit emosi sehingga mendorongnya, akhirnya terjadi saling dorong-dorongan. Kemudian, polisi yang di dalam yang membawa pukulan dan benteng itu langsung keluar dari belakang dan mukul," terang Husen.

Husen menjelaskan, yang masuk rumah sakit ada 6 orang sementara yang luka-luka jumlahnya puluhan, "Ini masih didata semua sama teman-teman," ungkap Husen.

Masih Husen, empat orang dirawat di RS Jember Klinik, dua orang di RS Kaliwates. Mereka, tiga mahasiswa IAIN Jember, dua dari UIJ dan satu dari Unej.

"Yang dari Unej itu parah, harus rongsen kan, kemudian yang Kaliwates dari IAIN si Yoyok benjol semua kepalanya, barusan saya bertemu Yoyok, mungkin psikisnya, agak bingung dia," terang Husen.

Massa aksi, sambung Husen, sekitar pukul 04.00 membuyarkan diri. "Teman-teman langsung ke rumah sakit, petani juga langsung pulang, kalau petani aman sebab dari awal diminta minggir sama teman-teman," ungkap Husen.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono saat dikinfirmasi via telephone mengatakan, bukan enam orang yang masuk rumah sakit melainkan tiga orang, dua orang sudah pulang.

"Satu masih tetap di sini karena rahangnya geser, ini masih diperbaiki, kemudian dari pihak polisi sendiri ada empat yang dirawat, sementara masih kondusif lah mudah-mudahan bisa menahan," jelas Aris.

Kata Aris, masalah perawatan nantinya akan membantu. Dia mengaku, polisi sudah sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP), "SOP tetap dijalankan," ucap Aris. (RF).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: