"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 2 April 2020

Antisipasi ODP dan ODR Melonjak, Pemkab Jember Pusatkan Isolasi di JSG


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com -
Pemerintah Kabupaten Jember siapkan tempat isolasi mengantisipasi penyebaran dan penularan virus korona (COVID-19), tempat yang telah siap adalah Jember Sport Garden (JSG) di Kecamatan Ajung.


Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, M Satuki, menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan beberapa tempat untuk itu.
Ditemui di Posko Percepatan Penanganan Covid-19, Kamis, 02 Maret 2020, Satuki mengungkapkan tempat-tempat lainnya masih dalam penilaian untuk disiapkan. Diantaranya adalah Hotel Rembangan di Kecamatan Arjasa.

Hotel Rembangan masuk sasaran penilaian untuk disiapkan sebagai cadangan tempat isolasi penanganan korona. Namun, gugus tugas berdasar kajiannya menilai Hotel Rembanangan tidak memenuhi syarat sebagai tempat isolasi kasus virus korona.

Karena itu, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Jember memberikan arahannya: Hotel Rembangan tidak jadi disiapkan untuk tempat isolasi.

“Hotel Rembangan tidak jadi digunakan,” ungkap pria yang sebelumnya adalah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini. “Hotel Rembangan tidak jadi dipersiapkan untuk cadangan,” tegasnya. Hasil analisa diperoleh suhu yang terlalu dingin di tempat itu tidak tepat untuk penanganan virus tersebut. “Menangani COVID-19 perlu suhu yang panas,” jelasnya.

Selain Hotel Rembangan berada di ketinggian, jaraknya cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Sementara masih ada tempat lain yang tepat. Tempat yang tepat itu adalah JSG. Saat ini gedung olahraga tersebut dinilai siap menjadi tempat isolasi dalam penanganan virus yang diketahui pertama kali berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.

“Persiapan di JSG sudah. Tinggal dilengkapi fasilitas kesehatan,” terangnya. Lebih jauh Satuki mengungkapkan, sekarang belum ada satupun tempat yang digunakan untuk isolasi. Semua baru tahap dipersiapkan.

“Njagani (antisipasi) bila sewaktu-waktu diperlukan, apabila jumlah kasus korona yang ada di tengah masyarakat meningkat terus,” terangnya. Tempat isolasi disiapkan untuk digunakan apabila suatu waktu ODP (Orang dalam Pemantauan) dan ODR (Orang dalam Risiko) semakin meningkat dan tidak terkendali. (RF/Eros)

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: