"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 14 April 2020

Dua Santri Terserang DBD, Relawan PMI Fogging di Ponpes Nuris Antirogo


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com – Di tengah mewabahnya virus corona, Relawan PMI Kabupaten Jember tidak melupakan ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kali ini, relawan PMI Kabupaten Jember melakukan foging di Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Islam (Nuris) Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.


PMI Kabupaten Jember menerjukan delapan relawan untuk melakukan fogging di Ponpes Nuris. Relawan melakukan pengasapan di semua penjuru. Sebab, ada dua santri yang dinyatakan positif terserang DBD. “Kami selama ini memang fokus mencegah Covid-19. Tetapi relawan PMI tetap tidak melupakan DBD karena banyak juga korban DBD di Jember,” kata ketua PMI Kabupaten Jember H EA Zaenal Marzuki SH MH.

Zaenal menjelaskan, ada sejumlah titik sasaran fogging tim relawan PMI. “Antara lain asrama putra dan putri, ruang guru dan kelas SMK, ruang guru dan kelas MA Nuris, ruang kantin, dapur, kamar mandi, rumah pengasuh, halaman pondok, ruang praktik dan laboratorioum bahasa.

“Selain itu juga dilakukan Sosialisasi Pemberantasan Nyamuk (PSN) dan Pola Hidup Bersih dan sehat (PHBS),” imbuh pengacara senior Jember tersebut. Sebab, pengasapan hanya membunuh nyamuk aedes aigipty yang dewasa saja. Sedangkan telur nyamuk yang berada di air bersih tidak mati.

Sehingga harus ada PSN untuk membenrantas jentik-jentik nyamuk yang tidak lama lagi menjadi dewasa. “Kalau hanya foging tanpa PSN maka usai foging jentink-jentik jadi nyamuk lagi dan kembali mengancam manusia yang ada di sekitarnya. Sebabnyamuk aedes aigipty menjadi karier DBD,” terangnya.

Zaenal mengajak masyarakat untuk aktif melakukan PSN mandiri di sekitar rumahnya. “DBD ini juga bahaya, sudah banyak yang meninggal karena DBD sehingga kita juga harus bersam-sama mencegahnya. Salah satunya dengan gerakan PSN, minimal di lingkungan rumah sendiri,” terangnya. (*)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: