"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 28 May 2020

Lagi, Warga Jember Bentuk Kampung Tangguh Covid-19 Berbasis Kearifan Lokal

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Setelah sebelumnya kampung Tagguh Covid-19 dibentuk di Kecamatan Kaliwates dan Patrang, Warga di Kecamatan Arjasa juga mendeklarasikan kampung tangguh berbasis kearifan lokal.

Dibentuknya Kampung taguh di Dusun Klanceng Desa Kamal ini dapat suport Muspika kecamatan setempat, sebagai pilot project, Desa Siaga Covid-19, berbasis  pemberdayaan masyarakat, guna   menjaga imunitas  sosial menghadapi  era baru (News Normal) ditegah wabah asal wuhan ini.  

“Kampanye penanggulangan Covid-19, dilakukan melalui pendekatan cerita rakyat, Seni Tradisi "Macopat Dan Ta Butaan"  yang mengangkat kembali memori lokal mengenai wabah, pagebluk atau masa paceklik pangan”, Ujar Camat Arjasa Ir. Herwan Agus, Rabu Siang (27/5/2020) kemaren.

Secara simbolis, Muspika Arjasa dan Kepala Desa Kamal didaulat memasang masker pada dua  Jenis Patung (Semacam Ondel-Ondel)  Seni Tradisi “ Ta Butaan “  sebagai penanda kesiapsiagaan kelompok masyarakat mandiri Kampung Tangguh  yang tanggap waspada dan respon cepat.

Acara berlangsung sejak Jam 09.00 Wib hingga menjelang sore hari, di hadiri Unsur Muspika,  Perangkat desa, Petugas Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat,  seniman/ budayawan  lokal  dan masyarakat yang tergabung dalam kelompok  pemberdayaan.

Kampanye, sengaja melibatkan peran tokoh seni budaya atau agensi lokal, dimaksudkan agar dapat membawa dampak yang cukup signifikan karena himbauan berasal dari kalangan sendiri akan lebih banyak di dengar dan justru lebih mudah untuk dipahami.

Acara diawali dengan pelatihan pemulasaran Jenazah Korban Covid 19 dan protokol kesehatan penanggulangan Virus Corona, lalu penampilan seni budaya lokal yang konon tradisi ini digunakan sebagai tolak bala di masa wabah atau pagebluk.

“Dari data yang ada, dan sudah saya cek di Dinas Kesehatan, pada kenyataan disini Alhamdulillah baik ODP, OTG dan PDP di desa ini masih nol. Untuk itu Mupsika Arjasa dan tiga pilar sangat antusias dengan program pemandirian masyarakat melalui Kampung Tangguh ”, Imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kades Arjasa Kusnadi. Menurutnya bahwa penggunaan memori kolektif ini menjadi penting karena pada dasarnya masyarakat dipedesaan mudah untuk mengingat peristiwa yang telah terjadi dimasa lalu.

“Dengan demikian sosilisasi melalui sentuhan budaya lokal asli desa,  baik mengenai  physical distancing maupun  protokol kesehatan  akan lebih dipatuhi oleh masyarakat, tanpa perlu menggunakan tekanan, ”terangnya“.

Menurut Kapolsek Arjasa Iptu Adam, SH bilamana  skema “ Kampung Tangguh Berbasis Kearifan Lokal “ dikelola dengan baik sejalan dengan penguatan ketahanan pangan akan dapat terjaga, ini berbanding lurus dengan langkah pencegahan kemungkinan potensi ancaman tindak penjarahan serta kerusuhan sosial yang berdampak pada situasi kamtibmas. (wht).

Berita Terkait Pemerintahan ,Sosial Budaya

No comments: