"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 28 May 2020

Pedagang Pasar Tradisional di Jember Jalani Rapid Test Covid-19

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) massal di 4 pasar tradisional.

Sebelumnya pemeriksaan dilakukan petugas di lima pos pemeriksaan pintu masuk  Jember, petugas kesehatan di Puskesmas, TNI - Plri, petugas Dinas Perhubungan, kelurahan, kecamatan, Dispendukcapil, Diskominfo dan puluhan.

"Rapid test sudah berjalan sejak beberapa hari lalu, menyasar para petugas kesehatan di Puskesmas, polisi dan TNI, juga petugas Dinas Perhubungan, penjaga di 5 titik Pos pintu masuk Jember, hingga teman-teman wartawan," kata Kepala Diskominfo Jember, Gatot Triyono. Kamis (28/5/20).

Selain itu, warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif juga menjalani rapid test, seperti warga di Perumahan Mastrip Sumbersari. Sedangkan hari ini pedagang pasar tradisional milik Pemkab Jember juga diikutkan dalam uji cepat.

"Para pedagang tradisional dilakukan rapid test massal, karena mereka kerap kali bertemu dan bersinggungan dengan banyak orang. Masing-masing di Jl Pelita, pasar Kepatihan dan pasar Kreongan, pasar Bunggur," kata mantan camat Kaliwates.

Bagi mereka yang hasil pemeriksaan uji cepat menunjukkan reaktif, maka Tim Gugus Tugas meminta mereka menjalani isolasi di rumah sakit.  “Prosedur ini diterapkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jember guna memutus mata rantai penyebaran virus corona”, lanjutnya.

Menurut Camat Kaliwates Asrah Joyo Widono, Rapid Test, di dua pasar Tradisional, yaitu pasar Kepatihan dan pasar Jl Pelita. "Ini upaya memutus mata rantai sebaran virus Corona, di zona merah. untuk Kelurahan Kepatihan, ada yang terpapar positif covid-19,,"jelasnya.

Petugas yang terlibat katanya, dari Puskesmas Kaliwates Mangli, Dinas Kesehatan dibantu personil Muspika, Tiga pilar, Satpol PP, Disperindak , Ketua RW wilayah pasar. Pengambilan simpel darah masyarakat sekitar pasar dan para pedagang sayur dan toko kelontongan, 527 orang.

"Informasi Tim Kesehatan disediakan reagen 350, telah mengambil simpel 327 orang, sedangkan pasar pelita  di Jl jayanegara  disediakan reagen 200, yang melakukan pengecekan darah sebanyak 200, jumlah total di dua pasar sebanyak 527,"urainya.

Sementaradi Patrang, menurut Camat Rofiq Sugiarto  sebanyak 220 orang. "Dari informasi yang masuk di dua tempat pasar yakni di Pasar Kreongan sejumlah 135 orang sedangkan di Pasar Bungur sebanyak 85 orang."ungkap Camat Patrang total 220 orang," tuturnya.

Salah satu pedagang sayur Moch Wahid, mengaku senang dan mendukung  rapid test Covid-19, guna memutus mata rantai persebaran Covid-19. Sehingga, bisa segera diambil tindakan pengobatan agar tak sampai merembet ke rekan atau keluarganya," papar Wahid Asal Ambulu.

"Kami sangat terbantu dengan digelarnya rapit test ini, lantaran para pedagang itu memang rentan tertular sebab dengan pembeli berhubungan langsung yang tidak di ketahui dengan siapa mereka dan dari mana asalnya." katanya. (wht/ eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis ,Kesehatan ,Pemerintahan

No comments: