"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 26 May 2020

Wartawan di Jember Ikuti Rapid Test Covid-19, Hasilnya Negatif

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan wartawan dari media cetak, elektronik dan media online, Jember jalani Rapid Diagnostic Tes (RDT) Covid-19 di Aula Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat.

Hasil Rapid Diagnostic Tes (RDT) dari para kuli tinta berbagai organisasi dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan  Forum Wartawan Lintas Media (FWLM), ini dinyatakan Non Reaktif  atau negatif Covid-19.

"Alhamdulillah hasilnya semua negatif, tidak ada yang positif. Tapi tetap kami berharap Para jurnalis tetap menjaga stamina dan mengikuti seluruh anjuran protokol pemerintah yang ditetapkan," ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jember Gatot Triyono, Selasa (20/52020).

Menurut Gatot, rapid test ini sangatlah penting, pasalnya selain tenaga medis, TNI, dan Polri, salah satu profesi jurnalis yang selama ini bekerja mengabarkan informasi perkembangan wabah corona kepada masyarakat ini, berisiko tinggi dan rentan terkena penyebaran virus corona, pasalnya mereka mendatngi secara langsung ke lokasi dan bertatap muka dengan pemberi informasi.

Para awak media yang berada di garda terdepan ini telah berkontribusi dalam penanggulangan covid-19. "Rapid test Covid-19  kami laksanakan, karena kami khawatir ada awak media yang terpapar, apalagi sampai ada yang positif menjadi repot," ujar mantan Camat Kaliwates ini.

Dalam kesempatan itu Gatot meminta, para jurnalis tetap mengedepankan kewaspadaan. Hindari kerumunan, menerapkan hidup bersih, serta tak lupa selalu mencuci tangan dan memakai masker saat di luar rumah. "Kalau masuki daerah bahaya, pergunakan alat pelindung diri (APD)," tegasnya.

Salah satu wartawan media cetak lokal Jember , Mahrus Sholih menyatakan, rapid test Covid-19 untuk para jurnalis ini penting dilakukan karena selama ini juru warta sering berhubungan langsung dan berkomunikasi dengan para narasumber. Sehingga mereka rentan terpapar korona.

"Ini adalah salah-satu upaya memutus mata rantai dan mengetahui positif Covid-19  atau tidak, Jika ternyata ada yang reaktif maka bisa diteruskan dengan tes swab, untuk diambil tindakan pengobatan agar tak sampai merembet ke rekan atau keluarganya," tuturnya.

Kendati demikian, Ia mengingatkan para jurnalis tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19. Seperti selalu menjaga jarak dan tak berkerumun saat melaksanakan tugas liputan. Selain itu, juga mengenakan masker serta sedia hand sanitizer.

Sebenarnya, rapid test itu merupakan kewajiban perusahaan pers guna melindungi para pekerja media. Hanya saja, di tengah situasi sulit ini, banyak perusahaan media yang kesulitan mengadakan rapid tes secara mandiri. Sehingga masih banyak wartawan yang belum melakukannya.

Terlebih bagi jurnalis yang berstatus kontributor atau pekerja kontrak. Oleh karena itu, rapid tes yang digagas oleh Pemkab Jember tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi dan mencegah penularan korona.

Rapid Diagnostic Tes (RDT) ini diselenggarakan berkat bekerjasama antara Dinas Kominfo dengan Dinas kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jember, dari PKM Gladak palem dan UPT Labkesda yang melibatkan 10 personil untuk melakukan RDT. (wht/eko/eros).

Berita Terkait Kesehatan ,Pemerintahan

No comments: