"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 11 June 2020

Pemkab Jember Segera Penuhi Kekurangan Guru Agama

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pendidikan menjadi yang utama untuk kemajuan suatu bangsa, maka penting sekali bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Diakui memang untuk tenaga pendidik, terutama guru agama Islam masih minim. Untuk itu Pemkab melalui Dispendik akan melakukan rekrutmen di sekolah sendiri, jika ada yang mempuni, jika tidak ada, baru diambil dari luar sekolah.

“Ini diamanatkan UUD 1945, Pasal 31 ayat (1) yaitu Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Kata Wabup Jember, KH Abd. Muqit Arif usai rapat bersama Dewan Pendidikan serta Kepala kantor Kemenag, di Pendopo Wahyabibawagraha Kamis (11/6/2020).

Seiring dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Di era kepemimpinan Bupati dr. Hj. Faida, MMR. bersama wakilnya (wabub). Kh. Abd. Muqit. Pendidikan menjadi program kerjanya selama kepemimpinanya.

Adapun beberapa hal yang dibahas dalam rapat itu diantaranya adalah, pembuatan buku panduan sholawat untuk siswa siswi Jember. Buku panduan sholawat tersebut akan segera dibuat oleh dewan pendidikan kabupaten Jember.

"Nanti di sekolah-sekolah mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan dibisakan membaca sholawat dan insya Allah dalam dua mingguan ini panduanya akan segera dibuat oleh dewan pendidikan," terangnya.

Juga menindaklanjuti pemberantasan buta tulis baca alquran, termasuk insklusi. Otputnya meningkatkan kualitasn pendidikan benuansa keagamaan.  "Tentu tidak hanya yang beragama Islam saja, juga agama lain," tandasnya.

Ia menjelaskan pentingnya pendidikan agama dan pengetahuan ilmu lainya, kata dia pendidikan tidak bisa dipisahkan dari ruh keagamaan, "maka pendidikan tidak hanya mencetak orang yang cerdas dan pinter namun juga berahlak," pungkasnya.

Kepala Kemenag Muhammad, S.Sos., M.Pd.I., mengapresiasi hal itu, Pondasi yang baik untuk mencetak generasi penerus tidak cukup pandai secara intelektual saja, tetapi juga sepiritual harus kita seimbangkan. "Seimbangkan antara urusan dunia dengan akhiratnya," ungkapnya.

Terkait tenaga pendidik masih minim, Kekurangan guru agama Islam 600 san. "Pemkab melalui Dispendik akan melakukan rekrutmen di sekolah sendiri, jika ada yang mempuni, jika tidak ada, luar sekolah, teknisnya nanti biar disusun Dewan Pendidikan," pungkasnya. (eko/eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: