"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 6 July 2020

Bupati Salwa Support Pembangunan Masjid NU Bondowoso

Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dibangunya Masjid Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Bonowoso di Kota kulon bagian upaya mendekatkan Masjid kepada masyarakat yang sebelumnya cukup jauh.

“Kita dukung pembangunannya”  Kata Bupati, Kyai Salwa Arifin saat peletakan batu pertama di Jl. MT Haryono  Kelurahan Kotakulon didampingi Ketua NU KH. Abdul Qodir Syam,  Ketua DPRD Ahmad Dhafir, Dandim 0822 Letkol Inf. Jadi, dan Kapolres AKBP Erick Frendriz,  Senin (06/062020).

Bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui pendanaan. “Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan masyarakat sekitar nantinya bisa  menggunakan masjid ini dengan sebaik-baiknya dan dapat meningkatkan ketaqwaan”, harapnya.

Menurut Ketua Tanfidz PCNU Bondowoso, KH. Abdul Qodir Syam, keberadaan masjid di lahan seluas 15×15 m2 itu akan dibangun dua tingkat dengan estimasi menampung 500-an jamaah. Dalam pembangunan, para pekerja tetap memperhatikan protokol kesehatan.  

Pengasuh Ponpes Darul Falah Cerme ini berharap kehadiran masjid NU pertama itu bisa menambah suasana dan karakter masyarakat semakin baik. Sehingga betul-betul melaksanakan ajaran keagamaan secara baik. Karena dengan itu, akan juga menjadi baik seluruhnya.

"Keberadaan Masjid NU ini u ntuk menambah suasana karakter masyarakat dan betul-betul melaksanakan ajaran keagaman secara baik. Maka kita bangun kebaikan bersama. Karana baiknya suatu daerah terlihat dari kebaikan sebuah keluarga-keluarga, dan individu”.  harapnya.

Lebih lanjut Kyai Qodir Syam menyampaikan bahwa untuk nama masjid masih belum diikirkan, untuk sementara fokus dalam pembangunan dan anggarannya. “Nantinya untuk nama masjid kita ambil yang umum saja, atau kita ambil dari tokoh ulama”, lanjutnya.

Selain tempat ibadah, rencananya juga akan dibangun tempat pendidikan non formal.  “Masjid itu tidak hanya kita jadikan untuk tempat ibadah namun juga akan diselenggarakan pendidikan kemungkinan akan dilakukan mesti tidak berlangsung formal,” lanjutnya

Pembiayaan dilakukan secara gotong-rorong dan bantuan pemerintah. “Masjid tidak semata-mata digunakan ibadah, juga pendidikan, dan pendidikan  tidak harus formal, jika ada, maka nantinya akan ada kelas, akan ada aula Nadhlatul ulama (NU) dan sebagainya" pungkasnya. (Edi).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: