"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 6 July 2020

Disaat Covid-19, Dua Warga Positif DBD, PMI Jember Gencar Lakukan Foging

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ditengah pencegahan pandemi Covid-19, sejumlah warga di perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Jember sudah ada yang terjangkit Demam Berdarah.

Berdasarkan informasi PMI, bahwa di Kabupaten Jember sudah ada  dua warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, Palang Merah Indonesis (PMI) Jember Senin (06/07) gencar lakukan fogging.

Dua  warga yang terjangkit DBD yaitu di lingkungan Sawahan Cantikan RW 021 Kelurahan Kepatihan, Kaliwates. “Sudah  65 rumah warga dan 1 tempat ibadah  yang menjadi sasaran pengasapan atau fogging secara gratis,” kata E Ketua PMI Kabupaten Jember.  A. Zaenal Marzuki, SH, MH
.
Paslanya Warga khawatir, penyebaran penyakit itu semakin meluas. Hingga kemudian Lurah Kepatihan melalui Ketua RW 021 lingkungan Sawahan cantikan, mengajukan permintaan fogging kepada PMI Jember agar penyakit DBD tidak mewabah.

"Setelah dilakukan assessment , dua warga terjangkit DBD, Siti Fatimah (3 tahun) dan Ny. Erniawati (56 tahun), kemudian kami menerjukan 6 sukarelawan untuk melaksanakan Fogging dalam rangka mencegah dan memberantas nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan DBD,"  lanjutnya.

Tim fogging melakukan pengasapan di rumah warga yang positif DBD, selanjutnya jarak 100 meter dari rumah tersebut. "Pengasapan dilakukan berpusat pada rumah penderita DBD. Kemudian pengasapan dilakukan melingkar dari titik rumah korban DBD," terangnya.

Sebelumnya, PMI juga melakukan pengasapan di desa Jubung, mumbulsari, Kasiyan Puger, Tanggul Kulon, Sidomulyo Semboro, Gebang, di Kecamatan Sumbersari, Patrang dan Kaliwates. “Semoga upaya ini dapat mempersempit penyebaran penyakit DBD," harapnya.

Ketua RW 021 Lingkungan Sawahan Cantikan, Ulum menuturkan kegiatan ini upaya memotong siklus penyebaran nyamuk aedes aegypti. "Kami terus menghimbau warga agar peduli dan menjaga lingkungan supaya tetap bersih, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Warga dapat berperan aktif dengan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang tidak diperlukan.  "Barang-barang itu berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD apalagi sekarang pergantian musim penghujan ke musim kemarau," ucapnya.

Kami juga ucapkan terima kasih kepada PMI dan warga kompak bergotong royong memberantas DBD.  "Kegiatan ini sangat positif, tentu saya berharap kesadaran warga menjaga lingkungan bersih dan sehat harus terus terbangun," pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: