"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Wednesday, 29 July 2020

Keluarga Penjual Masker Terima Santunan Jasa Raharja Dan Beasiswa Pemkab Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, memastikan anak-anak dua penjual masker, korban kecelakaan dapat beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi.

Beasiswa itu bagian komitmen pemerintah membiayai pendidikan anak yatim piatu. “Mudah-mudahan ini membesarkan hati anak-anak untuk tetap semangat melanjutkan pendidikannya,” ujar Bupati Jember, dr Faida, MMR, usai takziah ke rumah duka kedua korban, Rabu, (29/7/2020).

Diketahui, dua orang penjual masker di depan kantor PDAM di Jalan Trunojoyo Selasa, 28 Juli 2020 meninggal setelah sebuah mobil Panther menyeruduk keduanya saat berjualan. Keduanya korban tersebut masing-masing bernama Ahmad Sholihin dan Mujianto Permadi.

Ahmad Sholihin yang tinggal di Jalan Trunojoyo VI/81 Kelurahan Kepatihan, Kaliwates, mempunyai dua anak berusia 9 tahun dan 2,5 bulan. Sementara Mujianto Permadi di Jalan Melati IV Lingkungan Pattimura, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates meninggalkan anak berusia 3 tahun dan 5 bulan.

Bupati dan Kepala Jasa Raharja Teguh Afrianto dan Kepala Unit Lakalantas; Ipda Herry Yuliawan, juga serahkan santunan kematian masing-masing  Rp 50 juta. “Mudah-mudahan meringankan kesedihan keluarga,” tutur bupati, seraya berharap keluarga korban dapat lebih tenang dan berbesar hati.

Bupati berdoa kedua almarhun diampuni, diterima amal ibadahnya dan husnul khotimah, almarhum ini korban terdampak Covid-19, pekerja yang dirumahkan yang dapat bantuan dari anggaran belanja tidak terduga (BTT) Rp 600 ribu ini tidak tinggal diam dan masih terus mencari kerja.

Pemkab mengapresiasi keduanya, karena berjuang bersama Satgas melawan Covid-19. “Ini merupakan bagian perjuangan melawan Covid-19 yang perlu diapresiasi,” tutur bupati yang juga memberikan sertifikat kepada keduanya sebagai pejuang Covid-19 di Kabupaten Jember.

Sinta, istri dari almarhum Mujianto Permadi, mengaku tidak merasakan firasat apapun sebelum ditinggal sang suami. “Saya ndak ada firasat. Setiap hari memang keluar mengantar orderan, tidak ada obrolan apa-apa,” ujarnya.

Sinta juga mengaku tidak menyangka bahwa Bupati Faida datang takziah, serta memberikan bantuan. “Saya sangat berterima kasih kepada Bu Faida. Nggak menyangka dibantu. Anak-anak juga dibantu.  Pokoknya terima kasih,” ujarnya. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: