"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 25 July 2020

PMI Jember Gencar Libatkan Santri Cegah Covid-19 dI Pesantren

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. PMI Kabupaten Jember, Jawa Timur tak henti-hentinya melakukan promosi kesehatan kepada santri agar membudayakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Pondok Pesantrennya.

Khusunya Pondok Pesantren (Ponpes) di 31 Kecamatan yang memiliki 500-1000 santri, berbagai cara pencegahan  Covid-19 agar tidak semakin meluas, perlu dilakukan pemantauan ekstra ketat. Pasalnya Peta sebaran Covid-19 semakin meluas.

“Kasus positif Jum'at, (24/7/2020) lalu di Jember bertambah 48 kasus baru, sehingga menambah daftar panjang kasus terkonfirmasi di Kabupaten Jember menjadi 279 terkonfirmasi Covid-19”, Kata Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Sabtu, (25/7/2020)

Adaptasi Kebiasaan Baru, dianggap wabah sudah berakhir, sehingga lengah, untuk itu perlu pencegahan partisipatif dan masif, keterlibatan Pengasuh Ponpes menjadi panutan bagi lingkungan sekitarnya untuk mendisiplinkan protokol kesehatan selama wabah belum berakhir.

PMI Jember terus memperkuat komunikasi intensif dengan pengurus pondok pesantren, agar protokol kesehatan menjadi kebiasaan baru atau tata tertib santri disetiap aktivitas pondok pesantren, dan memperketat pengawasan di pintu keluar masuknya wali santri atau tamu yang akan melakukan kunjungan di Pondok Pesantren.

Pengurus Ponpes Nurul Islam Antirogo Jember, Ustadz Ilham Nawafillah mengaku setiap kegiatan diniyah santri diharuskan menggunakan masker dan menjaga jarak dan melakukan penyemprotan desinfektan secara rutin setiap hari Jum'at dan Minggu."tutur Kepala Biro Kepesantrenan ini.

Penyemprotan desinfektan melibatkan 3 santri dan 1 pengurus sebagai pendamping, seluruh asrama dan kamar santri putra dan putri menjadi sasaran penyemprotan termasuk masjid Baitun Nur yang digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, ngaji diniyah, dan sholat jamaah para santri.

Pihaknya, telah diperintah pengasuh, agar menambah petugas. "Tercatat santri lama 1717 yang terdiri dari 785 santrwan dan 932 santriwati, sedangkan santri baru angkatan tahun 2020 sebanyak 1018 santri, dengan rincian 457 santriwan dan 561 santriwati.

Untuk jumlah keseluruhan santriwan dan santriwati  sebanyak 2735 santri yang berasal dari berbagai daerah yakni Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Madura, Bali, Jakarta, Kalimantan, Sumatera dan Papua.

“Untuk itu, penegakkan protokol kesehatan dan membiasakan prilaku hidup bersih dan sehat menjadi tugas utama pengurus Kepesantrenan agar penyebaran virus covid-19 tidak meluas ke lingkungan Pondok Pesantren”. "Pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: