"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 15 August 2020

Bupati Jember Bersama Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Beruntun

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bupati Jember, dr Faida, MMR. Sabtu, 15 Agustus 2020 salurkan santunan kepada Keluarga Korban Kecelakaan Beruntun di Sempolan, kecamatan Silo.

“Korban orang baik. Korban meninggal dalam tugas, mencari nafkah atau bekerja. Semoga Allah SWT memberikan ampunan dosa-dosanya, dan menerima segala amal ibadahnya.” Kata Bupati, di kediaman almarhum Risky Kurniawan, di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari.

Risky diketahui anak Susanto, anggota Satpol PP Pemkab Jember. Ia menjadi satu dari lima korban meninggal dalam kecelakaan pada Kamis sore, 13 Agustus 2020. “Semoga santunan ini dapat memberikan semangat kembali dan bermanfaat bagi ahli waris yang ditinggalkan,”  harapnya.

Disamping menyerahkan santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp. 50 juta, Bupati  juga menyampaikan bela sungkawa kepada Istri Almarhum yang baru menikah tiga bulan lalu yang tengah mengandung, dengan usia kandungan 2 bulan. Selama ini Ia hanya berjualan makanan ringan di depan rumah. Agar usaha itu bisa berkembang, bupati memberikan bantuan usaha warung berjaringan.

Di tempat lain, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, juga menyerahkan santunan kecelakaan bagi empat korban lainnya.  “Semuanya ini adalah takdir, kehendak Yang Maha Kuasa. Harus ikhlas. Semoga keluarga diberi kekuatan iman dan ketabahan,” tutur wabup.

Wabup mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah atas peristiwa kecelakaan beruntun tersebut. Semua pengendara harus tetap berhati-hati ketika berada di jalan. Menjaga keselamatan sendiri, juga untuk keselamatan orang lain.

Terpisah, Kepala Jasa Raharja Jember Teguh Afrianto menyebutkan jumlah total korban kecelakaan sebanyak 10 orang.  “Terdiri dari lima orang meninggal dunia. Masing-masing mendapatkan santunan 50 juta rupiah,” terangnya.

Korban lainnya adalah tiga orang dengan luka berat dan masih dirawat di RS Soebandi. Dua orang lainnya terluka ringan. Menurut Teguh, semua korban yang dirawat dijamin biaya perawatannya oleh Jasa Raharja sampai dengan maksimal 20 juta rupiah. (eros).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: