"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 17 August 2020

Bupati Tantang Warga Binaan Lapas Jember Bikin Seribu Masker

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bupati Jember, dr. Faida, MMR, memberi tantangan kepada para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember produksi 1.000 masker.

“Kita coba memberi tantangan 1.000 masker kepada Warga Binaan. Kita bantu, supaya produktivitas di lapas ini maskernya bisa berguna untuk masyarakat,” kata Faida saat menyerahkan remisi hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 kepada warga binaan, Rabu (17/8/2020)

Tantangan itu diberikan bupati karena melihat produktivitas warga binaan perempuan yang bisa menjahit semakin baik. “Tadi saya lihat produksi masker dari warga binaan sangat baik, namun mesin jahit yang tersedia hanya satu, maka kami akan coba bantu,” katanya.

Menurut Bupati bahwa Fasilitas di lapas ini banyak perubahan yang nyata. “Saya juga senang karena perubahannya itu bukan buat kantornya para pejabat lapas, tetapi bagi pengunjung dan narapidanya,” lanjutnya.

Kapada warga binaan yang mendapat remisi, Faida berpesan agar remisi tidak hanya dimaknai dengan pemberian hak, tetapi remisi merupakan apresiasi negara atas pencapaian yang sudah dilakukan warga binaan.

Kepala Lapas Kelas II A, Yandi Suyandi berterima kasih dukungan Pemkab Jember terutama yang ikut asimilasi. “Mereka bukan penjahat, hanya tersesat. Masih bisa bertobat dan mengabdi pada masyarakat. Meraka bisa berkarya, diberi kepercayaan,dan bisa membuktikan,” ujarnya.

Salah satu warga binaan yang mendapat remisi, Benni Handika, mengaku berjanji akan menjadi insan lebih baik. “Jika sudah bebas dari sini saya tentunya akan bekerja dan memulai aktivitas yang bermanfaat bagi saya dan orang lain nantinya,” tuturnya.

Benni juga ingin menggapai cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pria ini mendapat remisi 3 bulan. “Alhamdulillah, sudah ada potongan menjalani hukuman. Masa tahanan lima tahun tiga bulan, dengan kasus narkoba,” ujarnya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: