"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 27 August 2020

Satgas Bersama Tokoh Agama Jember Bahas Penanganan Jenazah Covid-19

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Satgas Covid-19 kabupaten Jember dan tokoh Agama Kamis (27/8/2020) siang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan jenazah.

Rakor ini dimaksudkan untuk menjaga terjadinya Konflik terkait penanganan pemakaman Jenazah Covid -19, untuk itu pihak Rumah sakit diminta memperlihatkan Prosesi perawatan Jenazah Covid - 19 mulai dari memandikan, mengkafani, Menyolatkan sampai penguburan Jenazah.

"Yang terpenting ahli waris jenazah mengetahui prosesi perawatan Jenasah, sudah tetap menggunakan Protokol Covid, saya kira hal itu di terima oleh keluarga, hal itu untuk menjaga adanya konflik di masyarakat." Ujar Ketua MUI Jember Prof Halim Subahar

Ketua PCNU Kencong yang Zaenul Gulam untuk mempermudahkan petugas medis untuk mengetahui cara memandikan Jenazah di saat pandemi (Covid-19) yang sesuai Syariat yang juga tidak mengindahkan atau tetap sesuai Protokol Covid-19, tim gugus percepatan penanganan covid - 19 membuat Video tentang semua prosesi perawatan Jenasah Covid-19.

" Dan itu di sosialisikan ke masyarakat atau membuat ruangan khusus di RS untuk penanganan Jenazah Covid -19 yang dapat dilihat oleh perwakilan ahli waris (terlihat dari kaca) proses perawatan Jenazah." Ungkapnya di pendopo  Wahyawibawagraha Kabupaten Jember.

Hadir dalam Rakor, Dandim 0824; Letkol Inf. La Ode M Nurdin, Ketua MUI; Prof Halim Subahar, Ketua PCNU Kencong; Zainul Gulam, Ketua Muhammadiyah; dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), ketua PMI H.M.Zaenal Marzuki dan perwakilan RS yang menangani pasien Covid -19.

Hal senada disampaikan Ketua Palang Merah Indonesia H.M.Zaenal Marzuki, Zainal sepakat dengan masukan MUI, sebelum dimakamkan, harus diperlakukan sesuai ultur masyarakat setempat atau tempat tinggal jenazah yang meninggal karena terjangkit Covid - 19.

Sementara Wakil Ketua Satgas Covid – 19, Dandim 0824 Jember Letkol. Inf La Ode M.N mengatakan Rakor tersebut bertujuan untuk mensatukan Presepsi terkait penangan Jenasah pasien Covid -19, karena selama ini masih ada keluhan terkait  penanganan jenazah Covid-19 di masyarakat.

"Alhamdulillah setelah berdiskusi bersama tokoh agama kita mendapat poin poin atau langkah - langkah apa yang harus di lakukan oleh Satgas Covid - 19, AGAR tidak lagi terjadi konflik tarik menarik Jenazah dengan masyarakat atau Ahli waris." katanya (Yond).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: