"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 25 September 2020

Pilkada Jember, Rekom Rakyat Versus Rekom Partai

Bupati dan Wakil Bupati Jember
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Paska Penetapkan nomor Urut Pasangan Calon (Paslon) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember Kamis (24/9/2020) malam, Genderang pertarungan Paslon Kepala Daerah Rekom Rakyat Versus Rekom Partai di Pilkada mulai ditabuh.

Dalam Rapat Plono Terbuka KPU Jember Kamis (24/9/2020) malam, Paslon dr. Hj. Faida. MMR (Petahana)-Dwi Arya Nugraha Oktavianto dari jalur Independen (Rekom Rakyat) mendapat Nomor Urut 1 ini akan bertarung dengan dua Paslon dari Rekom Partai.

Masing-masing yaitu H. Hendy Siswanto dan Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Firjaun) direkom 28 kursi anggota DPRD Jember atau lima Partai Politik (Parpol), yaitu Partai Gerindra; 7 kursi, Nasdem; 8 kursi, PKS; 6 kursi, PPP; 5 kursih dan Partai Demokrat 2 kursi mendapat Nomor Urut 2.

Sedang pasangan Abdussalam - Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan) dapat rekom 22 kursi Anggota DPRD Jember atau enam Parpol yakni PDI Perjuangan; 7 kursi, Partai Golkar; 2 kursi, PKB; 8 kursi, PAN; 2 kursi dan Perindo; 2 kursi dan Partai Berkarya; 1 kursi mendapat Nomor Urut 3.

Sejumlah pihak berharap, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 9 Desember 2020 yang akan datang ini dapat berjalan dengan kondusif, aman dan lancar serta tidak menimbulkan kekacauan.

“Jadikanlah kompetisi pilkada sebagai ajang silatuhrohmi, jangan menggunjing atau membuka kejelekan (Aib) calon lain, karena itu tidak benarkan dalam agama dan akan menimbulkan permusuhan”, kata Habib Hadi Assery S,sos, Jumat (25/9/2020).

Salah-satu cucu habib Sholeh Tanggul, Jember ini meminta Calon Bupati dan wakil bupati Jember agar selalu menjaga kerukunan antar sesama. "Ciptakan Pilkada ini aman dan kondusif, kenali figur yang menurut anda baik dan tentukan pilihan terbaik menurut anda." ujarnya

Calon harus menciptakan nuansa damai, bawa adab, bawa akhlak, agar tidak ada gesekan. "Karena apabila itu terjadi, tentunya yang rugi kita sendiri, berbuatlah, berkaryalah, Alloh dan Rosulnya yang menilainya." Pesan Pembina majelis Rosululloh Nurul Mustofa ini.

Harapan senada disampaian Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Ulum Patemon kecamatan Tanggul. “Jadikanlah Pilkada ini ajang mempererat tali silatuhrohmi dan penyebar kebaikan antar sesama, Jangan jadikan ajang penyebaran kebencian." Harap H Ahmad Faruq

Kiai yang akrab di Sapa Lora Ahmad ini juga meminta kepada para Calon dan simpatisannya tidak gampang menyalahkan orang lain. Karena hanya Alloh Swt yang wajib menentukan salah - benar, manusia tidak wajib menghakimi (menyalahkan).  (yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: