"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 12 November 2020

Tape Mayang Madu, Produk Jember Ini Rasanya Manis dan Tidak Berserat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kondisi wilayah yang berbukit dan tanahnya yang subur, tak herann jika di Kecamatan Mayang, kabupaten Jember, Jawa Timur ini terkenal sebagai penghasil singkong kuning super untuk  bahan pembuatan tape.

Bahkan produksi tape di kecamatan Mayang ini kwalitasnya boleh dibilang lebih bagus dan rasanya lebih manis dari produksi tape yang beroprasi di wilayah Jawa Timur. Seperti produksi tape Mayang Madu, rasa tape ini, dapat di adu Kwalitas serta rasanya dengan tape lainnya.

Pruduksi Tape Madu Mayang ini juga tidak berserat. Demikian disampaikan Camat Mayang Ajib saat bertandang ke tempat produksi tape singkung kuning milik Hasan (26) warga dusun krajan desa Tegalwaru yang sudah beroperasi sejak 1 tahun lalu. Kamis (12/11/2020).

"Tapi Mayang Madu yang terbuat dari singkong kuning ini mulai berproduksi tape awal bulan Ramadhan tahun 2019. “Memang di desa Tegalwaru ini tanahnya bagus, warga banyak yang bertani singkong kuning, khususnya di dusun krajan." Ujarnya

Menurut Pemilik rumah produksi tape, Hasan, awal kesuksesan usaha tape yang kini sudah menjadi penopang ekonomi keluarganya ini, tidak ada kotak nya,  karena banyak pesanan, pertengahan Ramadhan saya buat kotak." jelas mantan pekerja salah-satu toko oleh-oleh khas Jember ini.

Putra pertama pak Sueb, pengajar di salah satu Madrasah ini menjelaskan, untuk bahan pembuatan tape menggunakan singkong kuning kayu yang diperoleh dari hasil tanaman sendiri di campur 3 macam ragi dengan takaran khusus dan lahan yang ditanami sekitar 1,8 hektar.

"Saat ini kita produksi hingga 6 Kwintal perhari. Untuk pasarnya sudah sampai luar kota. Seperti di Situbonda dan lain-lain. Bisa dipastikan 2 kali seminggu. Kita juga melayani pesanan online, dengan harga Rp. 15.000 / kotak berat 700 gram " Pungkasnya. (yond).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis ,Pemerintahan

No comments: