"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Wednesday, 11 November 2020

Ratusan TK se Jember Mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Plt Bupati Drs KH A Muqit Arief Rabu, (11/11/2020) hadiri Deklarasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) Taman Kanak-kanak, se - Kabupaten Jember.

Menurut Plt Bupati yang akrab di sapa kyai Muqit, bahwa sudah ada 800 sekolah TK yang tergabung dalam program yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember tersebut.

"Deklarasi ini merupakan langkah penting karena ketika anak di dalam lingkungan pendidikan merasakan ramah, aman, tidak ada kekerasan, buli, diskriminasi dan Inklusi” katanya usai diklarasi  yang juga diikuti secara Daring, di lantai 2 Pendopo Wahyawibawagraha.

Acara itu, dihadiri 15  perwakilan guru TK, Kepala Dinas Pendidikan Edy Budi Susilo, Kabag OPS Polres Jember mewakili Kapolres Jember AKBP Arif Rahman, Perwakilan Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Kepala Kepala DP3AKB Jember dr. Forouq, M.Si.

Kegiatan ini, katanya sebuah penanaman sikap yang sangat penting, kedepan seorang anak apabila sudah terbiasa hidup dengan beda Suku, agama, maka ini akan terbawa masa dewasanya, sehingga secara tidak langsung akan terbentuk kebhinekaan tunggal ika pada diri anak.

"Oleh karenanya saya atasnama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengapreaisinya, karena sejak dini sudah di persiapkan baik mental atau karakter maupun rasa kebersamaan dan tidak mengutamakan perbedaan," Ungkapnya

Pengasuh Pesantren Al -Falah di Silo ini mengisahkan seorang temannya Martin, tokoh pendidikan dari Belanda saat berkunjung di sekolahannya, mengatakan Seorang guru bisa dikatakan sukses apabila sudah mengajar TK atau punya Sekolah TK, karena pembentukan awal ada pada masa itu.

Sementara itu Kepala DP3AKB Jember dr. Forouq, M.Si melalui Kepala Perlindungan Anak Nur Cahyohadi mengatakan sekolah TK berikhtiar dan berkomitmen menjadikan sekolahnya ramah anak, sudah ada Ada 800 TK Se-Jember berkomitmen ikuti SRA.

"Program ini terinisiasi karena belajar dari pengalaman banyaknya kasus kekerasan dan kasus eksploitasi anak, dimana salah satu aspeknya adalah lingkungan anak yang tidak kondusif. SRA adalah bagian dari pemenuhan kebutuhan anak " Ungkapnya.  (yond)

Berita Terkait Pemerintahan ,Pendidikan

No comments: