"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 21 January 2021

PN dan Unej Siap Jadikan Jember Sebagai Kota Literasi Hukum

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pengadilan Negeri (PN) sambut baik ajakan Kerjasama Fakultas Hukum (FH) Universitas Jember (Unej), guna menjadikan Jember sebagai kota leterasi hukum.

Ajakan FH Unej ini sungguh sangat cemerlang dan perlu diwujudkan. Demikian diungkapkan oleh Ketua PN Kelas I A Jember, Marolop Simamora didampingi jajarannya usai menyambut kedatangan  Dekan FH Bayu di kontor PN setempat, Kamis (21/1/2021).

"Kami siap menjadikan laboratorium, untuk praktek mahasiswa menggali hukum di PN. Mahasiswa memang perlu pengetahuan langsung, dengan berbekal kesempatan (magang) diharapkan mahasiswa sudah benar-benar siap berpraktek setelah lulus”, harapnya.

Dengan berbekal praktek secara langsung di dunia nyata, mahasiswa tidak hanya bisa memahami dari segi teori saja, tetapi mereka juga memiliki bekal keilmuan hukum yang dipahahi  dan diketahui  serta dipelajari di PN itu  bisa dipraktekkan di lapangan.

Dalam kerjasama ini, kata Marolop, disamping FH memberi kesempatan pimpinan dan aparatur hakim menjadi dosen, tetapi bilamana PN membutuhkan pendapat ahli hukum maka Unej, juga bersedia menyediakan guru besar, pakar hukum  dan ahli hukum.

"Program FH Unej Ini merupakan terobosan yang sangat bagus untuk memberikan ilmu dan semangat bagi mahasiswa generasi muda agar lebih semangat untuk menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi seperti yang telah diamanatkan oleh UUD 45." tutupnya

Menurut Dekan FH, Bayu Dwi Anggono, program ini sesuai program Kemendibud tahun 2020, yaitu belajar kampus Merdeka. “Ada tiga kegiatan belajar, pertama praktisi mengajar di kampus, yang tidak hanya di fakultas hukum saja, tetapi melibatkan praktisi mengajar di Kampus”, jelasnya.

Apalagi mata kuliah di FH baik hukum acara pidana maupun perdata ini sangat terkait, sehingga Hakim mengajar itu bukan lagi sebagai dosen tamu, tapi menggajar hingga semester akhir bahkan memberikan penilaian terhadap mahasiswa, "terang Dekan yang di lantik dua bulan lalu ini.

Melalui kerjasama ini, mahasiswa bisa magang hingga satu semester, dari sebelumnya yang hanya sebulan, mahasiswa bisa mengambil Opsi tidak mengambil mata kuliah di fakultas tapi memilih di PN. “Mahasiswa yang berminat memperdalam keilmuannya di PN akan diseleksi”, jelasnya.

Sebaliknya, dalam kerjasama ini, FH juga siap memfasilitasi, jika PN membutuhkan keterangan ahli dalam rangka penegakan hukum, tenaga. Karena di Unej memiliki keilmuan hukum yang lengkap mulai hukum perdata dan pidana, maupun hukum khusus-khususan lainnya. (wht).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: