"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 5 February 2021

Nasib Buruk Pasutri Jember Usai Menginap Di Hotel Banyuwangi, Ada Apa?

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Ada-ada saja modus penipuan yang dilakukan orang jaman sekarang. Seperti yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) asal Jember ini.

Dua resor dan satu hotel berbintang di Banyuwangi pun menjadi korban penipuannya. Tamu yang menginap dan makan minum di restoran tersebut menggunakan resi transfer palsu. Akibatnya  tiga orang yang diduga sebagai pelaku ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Dua orang berasal dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, adalah pasutri Afang Afrianda (35) dan Adisty Jeliyana Purnomo (34). Sedangkan satunya lagi warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, atas nama Kristianto Nugroho (32).

Menurut Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin SIK, Afang berperan menghubungi hotel dan penginapan untuk reservasi. Adisty bertugas mencari tukang desain edit resi transfer fiktif di google dan mengirimkan uang jasa editnya.

Kristianto orang yang mengedit resi transfer dengan upah Rp 100 ribu per tiga editan. "Tiga tersangka ini sudah melakukan aksinta sejak tahun 2018. Tadi waktu kita tanya aksinya kurang lebih sudah 50 kali," beber Kapolresta ketika jumpa pers di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (5/2/21),

Aparat sudah menyita 26 barang bukti. Jumlahnya terbilang banyak karena aparat sedang melakukan pendalaman. "Rata-rata hotel mengalami kerugian Rp 2 - Rp 14 juta. Lagi dikembangkan apa ada pihak hotel di luar Banyuwangi yang menjadi korban," jelas Kombes Arman.

Afang bertugas memboking kamar dan resto via WhatsApps dan mengirimkan bukti transfer. Modus ini dijalankan di tiga hotel pada 29 Juni 2020 di jam berbeda. "Total kerugiannya sekitar Rp 23 juta," imbuh pamen dengan tanda pangkat tiga melati yang pernah menjabat Kapolres Probolinggo ini.

Pada 29 Januari 2021 kasus ini mulai diendus polisi. Penyelidikan dijalankan atas laporan tiga pengelola hotel dan resor. Resi itu digunakan menginap dan makan minum di restoran. Berdasarkan bukti permulaan itu lah akhirnya polisi berhasil mengungkap tindak kriminal tersebut. (kim).

Berita Terkait Kriminal

No comments: