Lumajang, MAJALAH-GEMPUR.Com - Konstelasi pemilihan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Lumajang semakin dinamis dengan mencuatnya nama Mohammad Maftuhan, S.H sebagai salah satu kandidat kuat. Maftuhan dinilai memiliki rekam jejak organisasi yang lengkap serta visi pembaruan yang mampu menjawab tantangan era modern tanpa meninggalkan akar tradisi Nahdlatul Ulama.
Kiprah Maftuhan berawal dari dunia pergerakan mahasiswa. Ia tercatat sebagai pendiri PMII Komisariat Abu Hasan Al-Asy’ari IAI Miftahul Ulum pada 2017, sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua I Kaderisasi Komisariat (2017–2018). Pengalamannya berlanjut di tingkat kabupaten ketika dipercaya menjadi Pengurus Cabang PMII Lumajang di Biro Kajian dan Pengembangan Intelektual (2018–2019).
Di lingkungan GP Ansor, Maftuhan meniti karier dari bawah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ranting, kemudian Sekretaris PAC Ansor Kecamatan Lumajang, hingga akhirnya memperoleh amanah sebagai Ketua PAC Ansor Kecamatan Lumajang. Rekam jejak yang bertahap ini dinilai memberikan pemahaman komprehensif bagi dirinya tentang dinamika kaderisasi dan manajemen organisasi di berbagai tingkatan.
Kaderisasi dan Pendidikan Ke-NU-an, Sebagai kader NU, Maftuhan telah mengikuti sejumlah jenjang pendidikan resmi, antara lain, Diklatsar Banser, Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor, Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor. Kualifikasi tersebut memperkuat kapasitas ideologi dan kepemimpinannya sebagai bagian dari kader inti Ansor.
Dalam pencalonannya, Maftuhan membawa gagasan “Ansor Maju, Ansor Baru”, sebuah visi yang menekankan adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi dan tantangan sosial-kemasyarakatan masa kini. Ia menegaskan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang menjadi identitas Ansor.
“Modernisasi organisasi tidak boleh memutuskan kita dari tradisi,” ujarnya dalam salah satu pernyataannya. Menurutnya, paradigma baru yang ia usung bertujuan memperkuat kapasitas kader, memperluas peran sosial Ansor, dan memperkukuh barisan pemuda NU di Lumajang.
Dengan latar belakang panjang di organisasi mahasiswa dan kepemudaan berbasis NU, Maftuhan dianggap sebagai figur muda yang memiliki modal pengalaman sekaligus visi futuristik. Kehadirannya dalam bursa calon Ketua PC GP Ansor Lumajang disebut membuka ruang kompetisi sehat dan menawarkan alternatif kepemimpinan yang progresif. (r1ck)
