Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Polije Hasilkan Inovasi Laboratorium ‘Rancang Bangun Pengolahan Limbah Cair Berbasis Mikrokontroller Arduino’

Majalah Gempur
Jumat, 14 November 2025, 12.32 WIB Last Updated 2025-11-14T05:32:21Z

Instalasi alat pengolahan limbah laboratorium berbasis mikrokontroller arduino uno yang dikembangkan PLP UPA Laboratorium Biosain (foto:ist)


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.
Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) UPA Laboratorium Biosain Politeknik Negeri Jember melaksanakan kegiatan penelitian yang menghasilkan karya inovasi Laboratorium pada bulan Agustus hingga Oktober 2025 yang berjudul Rancang Bangun Pengolahan Limbah Cair Berbasis Mikrokontroller Arduino”.

Ketua Tim Penelitian PLP UPA Laboratorium Biosain, Novita Cholifah Ida, S.Si menjelaskan  Penelitian ini berjudul “Rancang Bangun Pengolahan Limbah Cair Berbasis Mikrokontroller Arduino” yang bertujuan untuk membuat alat yang dapat otomatis mengontrol dan memonitoring pengolahan limbah cair Laboratorium Biosain.

Kegiatan penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang bertempat di UPA Laboratorium Biosain Polije. Berlangsung selama tiga bulan, dari Agustus hingga Oktober 2025. Merupakan kegiatan hibah penelitian PLP yang bertujuan memberikan kompetensi tambahan bagi tenaga kependidikan, khususnya Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) atau laboran. Program ini mendorong untuk berinovasi dalam rangka meningkatkan kompetensi dalam pengembangan profesinya.,” ujar Novita.

Novita menjelaskan, “Dalam penelitian lanjutannya ini dibuat rancangan sistem monitoring pengolahan limbah cair dengan menggunakan sensor pembaca pH, TDS dan DO yang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pemroses data. Sehingga diharapkan sebuah sistem monitoring pada limbah cair Laboratorium Biosain dapat mengontrol secara otomatis apakah nilai parameter limbah cair dalam kondisi sudah layak untuk dibuang atau tidak.

Novita mengatakan, penelitian yang mereka lakukan melalui empat tahapan, yaitu perancangan, implementasi, pengujian, dan pengambilan data.

Perangkat modul otomatisasi yang dirancang terdiri dari bagian elektronik dan bagian mekanik. Bagian elektronik terdiri dari bagian input, bagian pengendali, dan bagian output. Bagian input terdiri dari sensor pH, sensor TDS, dan sensor DO serta LCD dan microSD sebagai bagian output. Sebagai pengendali berupa Arduino yang mengendalikan kerja dari bagian input dan bagian output.

Bagian mekanik alat berupa rangka pipa PVC 1/2” yang disambung dengan sensor dan pengapit sensor agar posisinya stabil. Perangkat lunak berupa source code yang dikembangkan menggunakan Arduino Uno.

Implementasi data modul dilakukan dengan merangkai komponen elektronika (Arduino, LCD, microSD, sensor) sesuai desain, lalu membuat perangkat lunak sistem dan menanamnya ke Arduino.

Pengoperasian modul otomatisasi sangat mudah, pertama adalah menghidupkan perangkat modul dengan cara menghubungkan kabel power supply Arduino ke sumber listrik. Tunggu beberapa saat sampai pada LCD muncul tulisan pH, TDS dan DO.

”Keunggulan modul otomatisasi ini adalah mudah pengoperasiannya, multiparamateter, perekaman data otomatis, dan dapat mengukur pH, TDS, dan DO secara vertikal dan hasil pengujian data pada modul dbandingkan dengan alat standar menunjukkan akurasi pengukuran pH, TDS, dan DO air limbah hasil filtrasi masing-masing sebesar 92,00 %, 91,25 % dan 89,75% , “ tukas Novita. (*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polije Hasilkan Inovasi Laboratorium ‘Rancang Bangun Pengolahan Limbah Cair Berbasis Mikrokontroller Arduino’

Terkini

Close x