Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Ribuan Mahasiswa Turun ke Desa, Gus Fawait: Jangan Hanya Kritik, Saatnya Bikin Perubahan

Majalah Gempur
Senin, 20 Juli 2026, 05.15 WIB Last Updated 2026-07-19T22:15:12Z


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com – Alun-Alun Jember Nusantara berubah menjadi lautan almamater pada Minggu (19/7/2026). Sebanyak 3.044 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi resmi dilepas Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait untuk mengikuti KKN Kolaboratif 2026 bertajuk "Desa Cinta (Desa Pendataan Akurat, Kemiskinan Tuntas)".

Dentuman sirine yang menggema di alun-alun, disusul hujan konfeti warna-warni yang meluncur ke udara, menjadi penanda dimulainya sebuah misi besar, memastikan data kemiskinan di Kabupaten Jember semakin akurat agar bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di hadapan ribuan mahasiswa, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu undangan, Gus Fawait menyampaikan pesan yang langsung menyentuh semangat generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya dikenal sebagai kelompok yang gemar mengkritik, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi.

"Jangan cuma pintar mengkritik atau bahkan mencaci maki. Berikan masukan yang konkret dan hadirkan perubahan melalui tindakan nyata," tegasnya, disambut tepuk tangan peserta.

Ia menegaskan bahwa KKN Kolaboratif tahun ini memiliki misi strategis membantu pemerintah melakukan validasi data masyarakat, khususnya kelompok Desil 2, sehingga berbagai program bantuan sosial dapat disalurkan lebih tepat sasaran.

Tak hanya itu, Gus Fawait juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat.

"Nama almamater ada di pundak adik-adik semua. Jaga sikap, etika, dan jadilah teladan bagi masyarakat," pesannya.

Kolaborasi ini menjadi salah satu gerakan pengabdian terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Jember. Sebanyak 3.044 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi turun bersama dalam satu misi. 

Universitas Jember (UNEJ) menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 1.414 mahasiswa, disusul UIN KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember sebanyak 311 mahasiswa, Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember 279 mahasiswa, dan Universitas Dr. Soebandi 200 mahasiswa.

Partisipasi juga datang dari UPN Veteran Jawa Timur (180 mahasiswa), Universitas Annuqayah (UAS) Kencong (105 mahasiswa), Universitas Islam Jember (UIJ) (120 mahasiswa), Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) (50 mahasiswa), Poltekkes Kemenkes Jember (49 mahasiswa), Universitas Moch. Sroedji (UM Seruji) (35 mahasiswa), Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala (24 mahasiswa), STIA Pembangunan Jember (21 mahasiswa).

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (SETIPER) Jember (11 mahasiswa), STIKES Bhakti Al-Qodiri (71 mahasiswa), Universitas Ibrahimy (UNIHAM) (69 mahasiswa), serta STIKES Harapan Bangsa (5 mahasiswa).

Selama 35 hari ke depan, mereka akan meninggalkan ruang kuliah untuk hidup bersama masyarakat Desa, mendengar persoalan secara langsung, memvalidasi data, dan menghadirkan solusi.

Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mengemban amanah untuk memperbaiki kualitas data, memetakan kondisi riil masyarakat, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang dapat membantu pembangunan desa.

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menyinggung tantangan besar yang masih dihadapi Jember. Meski dikenal sebagai daerah dengan 31 perguruan tinggi, Kabupaten Jember masih menjadi salah satu wilayah dengan angka kemiskinan absolut tertinggi di Jawa Timur. 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh hanya menjadi angka statistik, tetapi harus dijawab dengan kerja nyata melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen memutus mata rantai kemiskinan dari sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember juga terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Bergema, yang ditujukan bagi sekitar 4.200 mahasiswa asli Jember yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kolaborasi besar antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan cita-cita Jember Baru, Jember Maju, dengan pembangunan yang berangkat dari data yang akurat dan kepedulian terhadap masyarakat. (eros)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ribuan Mahasiswa Turun ke Desa, Gus Fawait: Jangan Hanya Kritik, Saatnya Bikin Perubahan

Terkini

Close x