Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Suasana warga pesisir Puger yang semula berjalan seperti hari biasa mendadak berubah. Skenario gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami membuat warga harus bergerak cepat menyelamatkan diri.
Sebanyak 500 warga Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Minggu (13/9/2026), diuji kemampuannya menghadapi situasi darurat melalui latihan evakuasi komunitas yang digelar PMI Kabupaten Jember bersama Palang Merah Jepang.
Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat sejauh mana masyarakat mampu merespons peringatan tsunami, melindungi diri, mengikuti jalur evakuasi, hingga mencapai titik kumpul secara cepat, tertib, dan aman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi evaluasi setelah kedua desa tersebut selama sekitar 1,5 tahun mendapatkan pendampingan pengurangan risiko bencana dari PMI Kabupaten Jember dan Palang Merah Jepang.
Bersama SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), PMI Jember dan Palang Merah Jepang mengamati langsung perilaku warga saat proses evakuasi. Mulai dari ketenangan menghadapi situasi darurat, respons terhadap peringatan, kepatuhan terhadap jalur evakuasi, hingga kepedulian terhadap anak-anak, lansia dan warga yang membutuhkan pendampingan.
Salah satu latihan berlangsung di Dusun Mandaran II RT 3 RW 1, Desa Puger Kulon. Begitu kabar mengenai potensi tsunami menyebar, warga langsung membunyikan tanda bahaya menggunakan kentongan bambu dan perlengkapan dapur sebagai alarm sederhana untuk memperingatkan warga lainnya.
Tanpa menunggu lama, masyarakat bergerak menuju titik kumpul. Sebagian berjalan kaki, sementara warga lainnya menggunakan kendaraan roda dua dengan membawa anak-anak maupun lansia.
Yang diuji bukan hanya kecepatan warga meninggalkan rumah, tetapi juga disiplin dalam melakukan evakuasi. Warga dipantau apakah tetap mengikuti jalur yang telah ditentukan, tidak kembali ke rumah untuk mengambil barang, serta mampu membantu kelompok yang membutuhkan pertolongan.
Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, S.Pd., yang mendampingi langsung latihan bersama Palang Merah Jepang, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana secara mandiri.
“Latihan evakuasi komunitas ini untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam melakukan evakuasi secara mandiri, cepat, tertib, dan aman ketika terjadi bencana,” ujar Zainollah.
Menurutnya, latihan juga menjadi sarana untuk mengukur kepedulian warga terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, maupun masyarakat yang membutuhkan pendampingan selama proses evakuasi.
Setelah latihan selesai, PMI Jember, Palang Merah Jepang, dan masyarakat melakukan evaluasi bersama. Berbagai hambatan yang muncul selama proses evakuasi dibahas, mulai dari perilaku warga, kondisi jalur evakuasi, titik kumpul, hingga kebutuhan pendampingan.
SIBAT di masing-masing desa juga melakukan monitoring untuk mengetahui sejauh mana kemampuan masyarakat melakukan evakuasi secara mandiri sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
Bagi warga Puger, latihan tersebut menjadi pengingat bahwa ketika gempa kuat berpotensi memicu tsunami, keselamatan tidak boleh menunggu. Mengenali tanda bahaya, mengetahui jalur evakuasi, dan segera menuju tempat aman menjadi kunci sebelum bencana benar-benar terjadi.
(eros)


