Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Bukan Sekadar Festival, RRI Fest 2026 Jadi Panggung Eksistensi Budaya Jember

Majalah Gempur
Senin, 14 September 2026, 17.56 WIB Last Updated 2026-09-14T10:56:30Z


Jember
, MAJALAH-GEMPUR. Com - Suara musik tradisional hingga tarian khas Jember memenuhi kawasan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Jember, Rabu (9/9/2026).

Puncak RRI Fest 2026 menjadi ruang bagi komunitas seni untuk menunjukkan eksistensinya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Beragam kesenian ditampilkan dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RRI tersebut. Panggung tidak hanya diisi pertunjukan musik, tetapi juga tari tradisional yang merepresentasikan keberagaman seni budaya Jember.

Kepala LPP RRI Jember Anak Agung Gde Ngurah mengatakan, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RRI Fest tahun ini.

RRI, kata dia, ingin memberikan ruang bagi berbagai kearifan lokal yang berkembang di Jember agar semakin dikenal masyarakat.

“Kita ingin menampilkan seluruh kearifan lokal, seni budaya kearifan lokal yang ada di Jember. Jadi, biar lebih dikenal,” ujarnya.

Menurut Anak Agung, RRI Fest sekaligus menjadi momentum mempertemukan berbagai pihak yang selama ini memiliki hubungan dengan RRI. Mulai dari pendengar, masyarakat, komunitas hingga para pengisi acara.

Hubungan tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung selama festival. RRI ingin kolaborasi dengan komunitas dan masyarakat terus berlanjut melalui berbagai program dan kegiatan.

Semangat kolaborasi terlihat dari banyaknya kelompok seni yang ambil bagian dalam puncak RRI Fest 2026.

Tercatat ada lima grup campursari, 21 grup pop dangdut, dan 10 grup keroncong yang ikut tampil. Kehadiran puluhan kelompok tersebut membuat panggung RRI Fest menjadi ruang pertemuan berbagai karakter seni dan komunitas.

Ketua Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) RRI Jember Danu Hartatik mengatakan, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa RRI memiliki hubungan yang cukup kuat dengan komunitas dan masyarakat.

Dia berharap kolaborasi tersebut dapat terus ditingkatkan, termasuk kerja sama antara FKP, RRI, masyarakat, dan para pengisi acara.

“Harapan saya lebih meningkatkan kerja sama antara FKP dengan RRI, juga dengan masyarakat,” katanya.

Selain pertunjukan musik, penonton disuguhi Tari Puspawijaya dan Tari Nisakala Seblang. Tari Nisakala Seblang merupakan juara Tari Tradisi Pemkab Jember 2026.

Tari Lahbako yang dibawakan Komunitas Perempuan Kebayakan Jember juga ikut tampil. Sementara itu, Orkes Keroncong Kartini Pamori Jember turut mengisi panggung RRI Fest.

Ragam pertunjukan tersebut menjadi gambaran bahwa seni lokal tidak hanya bertahan melalui pelaku seni, tetapi juga melalui komunitas yang terus memberi ruang bagi generasi berikutnya.

RRI Fest 2026 juga tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni. Masyarakat yang datang turut mendapat akses terhadap pasar murah dan pangan murah yang digelar di halaman LPP RRI Jember.

Sejumlah kebutuhan pokok disediakan, di antaranya beras SPHP dan Minyakita. Persediaan yang disiapkan terbatas sehingga masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri, RRI Fest 2026 menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.

Festival tersebut mempertemukan seni, komunitas, RRI, dan masyarakat dalam satu ruang. Di tengah perkembangan hiburan modern, panggung seperti ini menjadi salah satu cara agar seni dan budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah masyarakat. (Eros)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bukan Sekadar Festival, RRI Fest 2026 Jadi Panggung Eksistensi Budaya Jember

Terkini