Selamat Hari Jadi Jember ke 96

https://draft.blogger.com/blog/page/edit/1360945809311009771/7858131956542366929

Translate

Iklan

Polri Kerahkan Tiga Kapal Polisi, Perburuan 118 Korban KM Virgo Transport 8 Terus Diperkuat

Majalah Gempur
Senin, 14 September 2026, 15.06 WIB Last Updated 2026-09-14T08:06:59Z


Jakarta, MAJALAH-GEMPUR.Com – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, terus diperkuat. Polri mengerahkan tiga Kapal Polisi untuk memburu jejak kapal dan mencari 118 penumpang maupun awak yang hingga kini masih belum ditemukan.

Langkah tersebut dilakukan setelah KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian,” ujar Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).

Data sementara hingga pukul 09.00 WIB mencatat terdapat 243 orang di dalam kapal atau Person On Board (POB), terdiri atas sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal.

Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 124 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia. Artinya, masih ada 118 orang yang menjadi fokus pencarian tim SAR.

Untuk memperkuat pencarian, Korpolairud Baharkam Polri memberangkatkan tiga Kapal Polisi terdekat menuju lokasi.

KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel berjarak sekitar 80 mil laut dengan estimasi waktu tempuh tujuh jam. KP Ibis-6001 dari posisi BKO Kalteng berjarak sekitar 103 mil laut dengan estimasi waktu tempuh sembilan jam. Sementara KP Manyar-5003 dari posisi BKO Surabaya berjarak sekitar 200 mil laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar 24 jam.

Ketiga kapal tersebut telah melakukan persiapan bekal ulang sebelum diberangkatkan untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi.

“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian,” jelas Trunoyudo.

Pencarian tidak hanya mengandalkan tiga Kapal Polisi. Sejumlah unsur SAR juga dikerahkan, di antaranya KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya.

Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel yang diberangkatkan menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.

“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya,” kata Trunoyudo.

Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta berbagai unsur terkait.

Posko Operasi SAR juga telah didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai pusat koordinasi, pemantauan, sekaligus pengumpulan informasi terkait perkembangan pencarian.

Karena kapal berangkat dari Surabaya, Polda Jawa Timur turut memperkuat penanganan. Ditpolairud Polda Jatim menyiapkan sembilan personel untuk mendukung operasi SAR dan koordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara. Posko tersebut menjadi salah satu pusat informasi bagi keluarga penumpang yang menunggu kabar dari proses pencarian.

Selain pencarian, Polri menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI). Enam posko DVI didirikan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi kebutuhan identifikasi korban secara profesional dan akurat.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya mengerahkan kekuatan untuk pencarian di laut, tetapi juga menyiapkan dukungan kesehatan, pelayanan keluarga, komunikasi, hingga identifikasi korban.

“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” tuturnya.

Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus memperluas pencarian dan mengoptimalkan kemampuan masing-masing. Keluarga korban juga diimbau tetap tenang dan memperoleh informasi melalui kanal resmi.

“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Trunoyudo.

(eros)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Polri Kerahkan Tiga Kapal Polisi, Perburuan 118 Korban KM Virgo Transport 8 Terus Diperkuat

Terkini