"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, February 13, 2014

Tolak Pemindahan Situs Purbakala, Aksi Mahasiswa Berakhir Bentrok

Bondowoso,  MAJALAH-GEMPUR.Com.  Aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember Komisariat Bondowoso Kamis (13/2) di halaman Pemkab Bondowoso berakhir bentrok.

Aksi sekitar pukul 10.00 yang menyoroti pemindahan situs purbakala Gumuk Nangkaan di jalan Ahmad Yani yang di pindah di halaman kantor Dinas awalnya berlangsung damai. Negosiasi dengan kepolisan terjadi setelah orasi sekitar 30 menit yang akhirnya mahasiswa di ijinkan masuk untuk bertemu pejabat terkait.

Setelah memasuki halaman tepat di depan pintu loby Pemkab, aparat kepolisian meminta mahasiswa menanggalkan atribut yang dibawanya terutama kayu, bambu maupun tongkat. Para mahasiswa keberatan. Tiba-tiba kayu yang dibawa dari arah belakang mengenai aparat.  Atas kejadian tersebut mahasiswa dibubarkan.

Perwakilan mahasiswa yang awalnya diijnkan masuk, melawan dan sempat terjadi bentrok. Beberapa mahasiswa dipukuli dan ditendang oleh oknum kepolisisn. Melihat kawan mereka dipukuli dan ditendang sebagian mahasiswa lainnya lari keluar.

Aksi kejar-kejaranpun tak terelakkan lagi, mahasiswa yang tertangkap dipukuli dan ditendang oleh aparat yang terpancing emosinya. Aksi pemukulan berhenti setelah sebagaian besar mahasiswa yang berada di luar pagar melerai rekan-rakanya, sehingga keributan meredah.  Akibat kejadian itu, sejumlah mahasiswa menderita luka lebam. Beberapa polisi juga mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Tak terima atas perlakuan polisi, mahasiswa datangi gedung DPRD. Selain untuk berdialog tentang cagar budaya yang mereka soal, mereka juga wadul atas insiden yang dialaminya. Mereka ditemui unsur pimpinan di Komisi III, yakni Tohari dan Andi Hermanto.

Sebelum menyampaikan aspirasinya, mereka meminta polisi keluar ruangan. Pasalnya Polisi dianggap bertindak represif terhadap kebebasan menyampaikan aspirasi. "Kalau polisi tidak keluar, kami yang keluar. Tolong bapak dewan yang terhormat, agar polisi dipersilahkan keluar," kata Usman, salah seorang peseta aksi.

Karena permintaannya tidak dibubris, para mahasiswa yang sudah memasuki ruangan tersebut membubarkan diri, tanpa sedikitpun menyampaikan aspirasi.

Menanggapi insiden tersebut, Kabag Operasional Polres Bondowoso Kompol Budi Sulistio, mengaku bahwa yang dilakukan anak buahnya di lapangan sudah sesuai dengan protap. "Tugas kami hanya mengamankan. Sama sekali bukan bermaksud represif. " Ungkap perwira dengan satu melati itu. (dik)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: