"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, July 18, 2014

Saksi Prabowo-Hatta Tolak Tandatangani Rekapitulasi Suara

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Usai sidang rekapitulasi perolehan suara Pemilu Pilpres dan Cawapres yang di gelar KPU Jember di Hotel Panorama, Saksi Tim Koalisi Merah Putih Prabowo-Hatta Tolak tandatangani hasi rekapitulasi perolehan suara.


Menurut Abdul Qadar  yang didampingi Siswono Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta dan kedua saksi yakni Rahmat Hidayat, SH,  Edi Purwanto “kami tidak tanda tangan karena kami menilai pihak KPU tidak becus dalam memimpin rapat pleno karena terkesan otoriter dan tidak memberikan kesempatan kepada saksi untuk meyampaikan pendapat dan penyelesaiannya, “ katanya usai penghitungan suara Kamis dini hari (17/7)

Masih kata Qadar, “kami melihat adanya kecurangan-kecurangan yang masih seperti maraknya pembagian sembako yang di kemas paket ramadhan. Dimana kantong-kantong Gerindra yang kami menangkan di habisi dengan kiriman paket sembako dan ni tidak ada tindakan dari pihak penyelenggara maupun pengawas Pemilu, “ ujarnya.

Ditambahkan pula, “ kami melihat adanya ketidak jujuran dan diskriminasi. Seperti di kecamatan Jenggawah dan Sukowono yng merupakan kantong suara Gerindra ternyata juga dihabisi. Kami akan telusuri siapa yang bermain. Semuanya akan kita kawal dengan tim advokasi yang kita miliki untuk diteruskan ke tingkat provinsi dan pusat, “ ucapnya.

Edi Purwanto saksi yang lain mengatakan, “ kejanggalan-kejanggalan kami temukan seperti di rumah sakit. DI RSUD Subandi yang milik Pemerintah Kabupaten Jember sangat sulit aksesnya, berbeda dengan RS PTPN yang nota bene adalah BUMN. Ada siapa di atas sana kita semua tahu. Nah kenapa hal ini terus dibirakan, adanya tebang pilih dan diskriminasi, “ ungkap Edi Black sebutan akrabnya.

Selain itu saksi Rahmat Hidayat juga mengatakan, “ kualitas dari Komisioner KPU sekarang tidak kompeten, salah mengartikan PKPU pasal 40 terkait penghitungan suara sah dan tidak sah. Adalagi saat pemindahan TPS pada saat hari H yang berakibat pemilih hanya 12 orang yang datang karena warga tidak tahu lokasi yang baru di saat hari H dan KPU tidak bisa menjelaskan hal ini, “ kesal politisi PKS ini.

Sementara itu Siswono Ketua Tim Pemenangan Kabupaten Prabowo-Hatta mengatakan, “meski Prabowo kalah di Jember dengan berbagai permasalahan yang beraneka ragam tapi tentunya Presiden tetap Prabowo dan yakin Prabwo yang akan menang, “ pungkasnya. (midd)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: