"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, 7 December 2014

Perang Proxy “Proxy War” Ancam Keutuhan NKRI

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Datangnya era modernisasi industri dan informasi,  memiliki dampak yang patut kita cermati bersa,a, pasalnya situasi global ini dapat mengikis sendi-sendi kehidupan masyarakat baik idiologi, politik, sosial dan budaya.

Jika kita tidak bisa mengantisipasi derasnya arus informasi tersebut, dikhawatirkan masyarakat di wilayah Kabupaten Jember yang memiliki karakteristik agamis akan tergerus arus tersebut, bahkan akan berdampak pada rentannya pertahanan wilayah maupun pertahanan negara.

Hal yang paling nampak dapat kita jumpai menurut Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Wirawan Yanuartono, adanya penyimpangan pola tindak dan pola sikap pada saat terjadinya permasalahan dimasyarakat, budaya gotong royong dan musyawarah mufakat sudah tidak nampak lagi, Tegasnya Minggu (7/12)

Bahkan menurut Letkol Wirawan Yanuartono terjadinya aksi-aksi massa yang menjurus pada tindakan anarkis, yang dipicu oleh permasalahan-permasalahan keciL semakin marak, Hal tersebut menjelaskan bahwa sifat dan karakteristik ancaman bangsa telah bergeser seiring dengan perkembangan teknologi.

“Kemungkinan terjadinya perang konvensional antar dua negara dewasa ini semakin kecil, namun, adanya tuntutan kepentingan kelompok telah menciptakan perang-perang jenis baru. diantaranya, perang proxy (Proxi War).”  Jelas Wirawan, sang Komandan yang dekat dengan masyarakat ini.

Proxy War adalah sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko konflik langsung yang berisiko pada kehancuran fatal. 

Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun juga bisa non state actors yang dapat berupa LSM, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan. Sehingga melalui perang proxy ini, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan lawan karena musuh mengendalikan non state actors dari jauh.

Proxy war telah berlangsung di Indonesia dalam bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan pemberontakan bersenjata, perjuangan diplomasi, sampai munculnya referendum merupakan contoh proxy war yang nyata.

Hal tersebut akan sangat memungkinkan muncul kembali melalui permasalahan-permasalahan lain yang tidak segera terselesaikan, yang akan dijadikan celah oleh pihak-pihak yang berkepentingan. “ Paparnya

Lanjut Wirawan Yanuartono, memandang perlu adanya lagkah-langkah kongkrit dan terpadu oleh pihak-pihak terkait sehingga mampu menjadikan filter di era serba terbukan seperti saat ini, untuk itu melalui acara-acara yang ada diwilayah dimana Kodim 0824/Jember dan koramil jajarannya mendapatkan undangan untuk memberikan materi, hal tersebut harus digunakan untuk mensosialisasikan Proxi War.  “ Tegas Wirawan

Dengan bahaya-bahaya yang diakibatkannya. Sehingga mampu memberikan pemahaman kepada semua elemen masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan antisipatif dengan selalu mengenali dan menyadari bermacam tantangan dan ancaman bangsa tersebut untuk kemudian bersatu padu dan bersinergi menjaga keselamatan bangsa dan negara.

Sejumlah aksi yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam rangka menangkal Proxy War yang mengancam keutuhan NKRI, diantaranya dengan selalu mengidentifikasi dan mengenali masalah, ahli dalam bidang disiplin ilmu masing-masing, melakukan gerakan pemuda berbasis wirausaha, dan mengadakan komunitas belajar serta merintis program pembangunan karakter dengan penanaman Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air secara aktif kepada masyarakat. Kewaspadaan masyarakat harus senantiasa kita tingkatkan dalam rangka menagtisipasi Proxy War yang jelas-jelas mengancam keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI.

Demikian halnya yang disampaikan Kapten Inf Ismianto saat memberikan materi pada Diklat BPBD di Hotel Bandung Permai Jember, sa’at memberi pengarahan dan penguatan Relawan Relawan BPBD Kab. Jember

Hal yang sama Kapten Inf Maryono Pasi Ter Kodim 0824/Jember  saat mewakili Komandan Kodim 0824/Jember pada Dialog Interaktif dan Peningkatan Ikatan Sosial Di Kalangan Masyarakat, bertempat di Ma Yon Armed 8/Kostrad yang menyampaikan materi Proxi War yang secara gamblang memaparkan  tentang apa bahaya-bahaya dari Proxy War dan bagaimana kita sebagai masyarakat bersikap dan bertindak dalam rangka mengantisipasi adanya Proxy War (edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: