"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, March 4, 2015

Puluhan Wartawan Jember Turun Jalan Kecam Aksi Kekerasan Pers

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluham wartawan media Cetak, telivisi, Radio Dan Online yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Jember Jawa Timur Rabo (04/03) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan (Depan Poslantas) kecamatan Tanggul.

Mereka mengecam keras segala bentuk premanisme dan kekerasan kepada wartawan. "Aksi yang kami gelar ini, tak hanya mengutuk sebuah tindakan yang menciderai Demokrasi. Kami juga bermaksud menegaskan kepada semua element masyarakat, jika Jurnalis Bukan Teroris". Teriak ruly koordinator aksi berapi-api

Ancaman penganiayaan kepada seorang jurnalis tak seharusnya dilakukan oleh seorang kepala desa, " aparat penegak hukum, harus melanjutkan kasus yang telah kami laporkan ke polisi, secara adil, obyektif dan transparan. Jika tidak, kami akan terus melawan." Pekik wartawan Radar Jember.

Desakan serupa disampaikan pemimpin redaksi SuaraJatim Post Maz imam, Disamping menuntut pelaku diproses hukum, Imam meminta polisi melindungi Puji  dan keluarganya, "Pihak kepolisian wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada Puji, ingat kami dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugasnya" Teriaknya.

Aksi ini langsung  ditemui Camat Tanggul M. Yusuf didampingi Kapolsek Tanggul dia  sangat menyayang kan kejadian ini  "kami menginginkan masalah ini islah karena dianggap salah paham, kami sudah mengubungi kepala desa, beliau dengan kerendahan hati mau meminta maaf atas kejadian ini " ungkapnya .

Tak lama berselang kepala desa datang, dihadapan Muspika dan wartawan Kepala desa meminta maaf secara terbuka yang dilanjutkan dengan jumpa pers " Kami manusia biasa mas kami tidak lepas dari masalah tolong kami diingatkan "  Agus ungkap kades Tanggul Kulon tersebut.

Upaya negosiasi sedikit alot dikarenakan peristiwa ini bukan hanya terjadi sekali ini, tapi juga menimpa wartawan lain yang sedang melakukan peliputan daerah Tanggul kulon, ini merupakan pengekangan pada kebebasan pers.

Ketua FWLM Jember Ihya ulumudin,S.H mengungkapkan "
Kejadian ini bisa dijadikan pelajaran dan efek jera kepada oknum yang melakukan pengancaman kepada profesi wartawan, dan ini merupakan cermin bagi para oknum pejabat yang anti pati dan menganggap rendah wartawan " ungkapnya.

Para pejuang pena jember mempunyai komitmen akan melawan siapapun yang mencoba menghalangi peliputan selama tidak bertentangan dengan
Kode Etik Jurnalistik. Semoga peristiwa yang sama tidak terulang lagi kepada jurnalis lainnya.  

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, Aksi damai ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian dan TNI  aksi sempat mengalami ricuh disaat ada oknum yang tidak dikenal mengambil gambar, dengan kesigapan aparat dan ketegasan koordinator massa berhasil ditenangkan.

Diberitakan sebelumnya Puji, Wartawan Lintas Jatim diancam Kepala Desa Tanggul Kulon. Kejadian serupa menimpa Iffan, wartawan Pena Jatim.  Aksi premanisme ini  dikecam sejumlah wartawan, Rabu (4/3) wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Jember melaporkan ke Mapolres Jember. (Eros/Maz imam)

Berita Terkait Kriminal ,Politik dan Hukum

No comments: