"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, 24 May 2015

Penyandang Difabel; Saya Dibutuhkan Hanya Saat Pemilu

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tidak semua orang terlahir dalam keadaan tak sempurna, putus asa. Kekurangannya justru menjadi motivasi diri untuk terus berjuang ditengah himpinan ekonomi agar dapat tetap bertahan hidup.

Kondisi itu dialami oleh Siti, wanita sederhana yang tinggal di Dusun Tanjungsari, RT/RW 022/05, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Perempuan 23 tahun ini, tak dapat melihat sejak ia lahir. Meski cacat, Siti tak mengenal kata mengeluh dalam hidupnya.

“Saya yakin bahwa Allah adalah Tuhan yang maha adil. Tidak semua yang sakit itu menyengsarakan. Mungkin dibalik cacat ini, Allah telah menyiapkan rencana yang lebih baik lagi bagi saya, ikhlas saja dan terus bersyukur,” ucap Mbak Siti, sapaannya, Minggu (24/5).

Meski demikian, dirinya mengaku tidak pernah mendapat perhatian, apalagi bantuan pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Raskin (beras untuk orang miskin) saja, masih harus membeli dengan harga Rp 5000, kalau sudah membeli berarti kan bukan bantuan,” katanya.

Dia merasa baru diperhatikan dan dibutuhkan, ketika hendak melaksanakan pemilihan umum dan saat pergantian kepemimpinan saja, “Jika sudah  musim Pemilu DPR, Presiden, Gubenur, Bupati dan Pilkades, pasti banyak pihak yang akan datang meminta saya memberikan suaranya,” herannya.

Dia juga tak mengerti, dengan kalimat yang selalu disampaikan pemerintah dan para politisi. ‘satu suara itu sangat menentukan masa depan kita semua’. “Namun apa? Saya tidak pernah merasakan manisnya kalimat itu. Setelah pemilu usai, mereka tidak pernah menganggap orang-orang seperti saya ini,” kritiknya.

Namun, putri dari Ibu Salamah tersebut selalu bersyukur atas kondisi yang ia terima. “Saya yakin, Allah selalu bersama saya,” yakinnya. Kepada saudara-saudaranya yang senasib, perempuan itu berpesan, agar mereka tak berputus asa dalam melanjutkan hidup. “Jangan putus asa, selalu bersukur seperti apapun keadaan kita,” pesannya

Meski begitu, dia tetap berharap, agar pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap orang-orang yang cacat seperti dirinya. “Saya berharapan pemerintah lebih peduli lagi terhadap orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti saya ini,” Pungkasnya.  (dik/ruz).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: