"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, September 11, 2015

Pamit Penelitian, Mahasiswa UWK Surabaya Tewas

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Jenazah Reza Gilang Bastian (21) yang tewas mengenaskan pada hari Kamis (10/9) karena tertimpa batu dari ketinggian 150 meter, ketika melakukan penelitihan alam di kawasam air terjun Madakaripura Kabupaten Probolinggo, tiba di rumah duka.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala atas.Ketika sebelum meninggal Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya ini sempat pulang ke Jember dan mencium tangan ibunya, Pamit berangkat ke Surabata untuk melakukan penelitihan.

Setelah dilakukan otopsi di Rumah Sakit Umum Tongas, Probolinggo, jasad korban dibawa oleh keluarga untuk disemayamkan di TPU Dusun Krajan Timur, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Jember.

Kedatangannya yang sudah menjadi mayat ini disambut tangis histeris, seakan anggota keluarganya tak percaya dan tak kuasa melepaskan kepergian selamanya. ketika hendak dimakamkam, Jum’at (11/9). di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan Timur, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Jember.

Anggota keluarga korban tak kuasa menahan isak tangis dan merasa tak percaya bahwa Reza telah tewas. Karena sehari sebelum meninggal, reza nampak biasa saja dan sehat wal afiat. “Karena dirinya merupakan anggota pecinta alam,” ujar Imam Azmain, teman korban.

Para kerabat dan tetangga tampak menghadiri prosesi pemakaman korban. Suasana duka begitu terasa ketika jenazah akan diberangkatkan ke TPU desa setempat. “Reza ini terkenal ramah di kampung,” kata Slamet, salah seorang yang melawat korban.

Ibu korban, Puji Sugiarti, masih terlihat shock, kenangan ketika mencium tangan itu begitu melekat yang menyebabkan sang ibu semakin tak kuasa menahan kesedihan. Korban adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Putra pasangan Ahmad Riyanton dan Puji Sugiarti. (ruz)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: