"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, December 5, 2015

Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi Di Balai Desa

Jember,  MAJALAH-GEMPUR.Com. Bencana banjir bandang yang datang tiba-tiba, membuat ratusan warga Desa Kemiri, Panti, panik. Jerit warga yang meminta tolong, membuat susana semakin menyeramkan.

Saat bersamaan, sejumlah relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), datang dan langsung memberikan pertolongan kepada warga tersebut. Mereka kemudian mencari tempat aman di sekitar balai desa setempat. Warga pun diungsikan.

Kepanikan warga Sabtu (5/12)., bukan kejadian sesungguhnya seperti tahun 2006 silam, saat desa itu diterjang banjir bandang. Mereka hanya melakukan simulasi tanggap bencana,  Tujuannya, agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, bisa mandiri menanggulangi bencana yang datangnya tak bisa diperkirakan.  

Kepala Subdik Kerjasama Kementrian Sosial, Viktorius Siahaan menyebut, jika warga yang terlibat simulasi tersebut sebagai kader terlatih kampung siaga bencana yang dibentuknya. "Kampung siaga bencana ini nantinya bisa menjadi ujung tombak penanggulangan bencana," ungkapnya.

Di Kampung siaga bencana (KSB) Rengganis. mereka dilatih penanggulangan bencana, mulai dari mendirikan tenda sampai melakukan evakuasi korban, bukan hanya mampu melakukan tindakan pasca. juga mampu memprotret kerawanan bencana, "Kami membentuk masyarakat berbasis mandiri menghadapi bencana," jelasnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, Panti dipilih menjadi kampung siaga bencana, karena di daerah tersebut memiliki riwayat bencana nasional yang terjadi di tahun 2006 silam. "Kami tidak ingin banjir bandang 2006 silam kembali terjadi di Panti, Kondisi seperti ini yang harus kita antisipasi,”," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Jember yang mewakili Kepala Dinsos, Hasan, meminta warga sekitar Kecamatan Panti tetap mewaspadai dan harus tetap siap siaga dan kompak menghadapi ancaman bencana. "Sebab bencana tidak tahu kapan akan datang," ujarnya. (ruz)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: