"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, January 6, 2016

Demi anaknya Masuk Sekolah, Ibu Ini Rela Mengemis

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Siapa bilang pendidikan murah, Ibu Sulastri (35) Warga Randu Desa Sukorejo Sumbersari, rela mengemis agar anaknya masuk SD, pasalnya biaya pendaftaran 700 ribu per siswa.

Sulastri mengaku sudah mencoba meminta keringan agar anaknya bisa terdaftar di SDN Wirolegi dengan harapan bisa sama dengan anak-anak lain. Namun, usahanya sia-sia belaka, demi sang buah hati ibu 3 orang anak ini menghilangkan rasa malu dengan meminta belas kasihan orang lain di sekitar alun-alun Jember.

Bersama buah hatinya yang paling kecil dirinya rela berpanas-panasan diterik matahari. “Pekerjaan mengemis ini terpaksa saya lakukan mas demi menghidupi kebutuhan keluarga dan untuk mendaftarkan anak saya, karena sudah menjadi peraturan harus diikuti kata kepala sekolah mas.” Jelas ibu paru baya ini sambil meneteskan air mata Rabo (6/1).

Sulastri menambahkan kalau biaya pendaftaran sebesar itu bagi dirinya sangatlah dirasa mahal,”katanya bapak guru itu untuk pembelian seragam dan sumbangan mushola di sekolah. Saya berharap anak saya bisa sekolah ditempat sekolah itu karena teman-temannya semua disana,” Keluhnya.

Sementara suami Sulastri hanya bekerja sebagai penjual krupuk keliling, penghasilannya tidak menentu. Hal senada diungkapkan oleh salah satu wali murid yang tidak mau disebutkan namanya yang juga memasukan di SD yang sama menyampaikan, kalau dirinya juga ditarik dan merasa keberatan dengan pungutan tersebut.

“Yang pertama disuruh bayar 420 ribu kalau tidak bayar ya tidak dikasih seragam tidak dikasih buku, yang kedua disuruh bayar 300 ribu waktu rapotan kalau tidak bayar tidak dapat raport itu uang pembangunan untuk masjid katanya.”Jelasnya.

Dirinya menambahkan kalau ibu-ibu terkesan keberatan pungutan tersebut karena strata ekonomi wali murid variatif, “Kalau sumbangan bukan ditekan seperti ini kan kalau sumbangan seikhlasnya katanya ibu-ibu.” Tandasnya. Sampai berita ini ditulis pihak kepala sekolah masih belum berhasil dikonfirmasi. (mam)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: