"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, January 29, 2016

Desa Di Jember Dinyatakan Darurat Demam Berdarah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Desa Manggisan dinyatakan darurat Demam Berdarah (DB), pasalnya Dari Dari 106 Rumah yang diperiksa Tim Kesehatan Puskesmas Tanggul, ditemukan 9 rumah tempat Penimbunan Airnya positif.

Pasalnya di tempat Kamar mandi, Jamban ada bibit Nyamuk Aides Aigepty, "Dari 106 Rumah yang kami Periksa  tadi, ada 09 rumah yang tempat tempat Air ditemukan Bibit bibit Nyamuk Penyebab DB”, Demikian ujar Mahmud, ketua Tim  ketua tim Kesehatan Puskesmas Tanggul Kamis (29/1)

Menurutnya ini sudah bisa di katakan atau tergolong Sudah Darurat mas, tapi bukan KLB lo ya, " Tambahnya usai acara Pemeriksaan. bersama Pihak Kecamatan dan Segenap Aparatur Desa yang langsung dipimpin oleh Kepala Desa manggisa Moh.Holili

Agar tidak menjalar ke Warga lainnya, Mahmud menganjurkan sesegera Mungkin agar dilakukan Penyemprotan (Voging), "temuan kami sudah kami koordinasikan dengan Kades, ini sudah darurat mas, harus sesegera Mungkin dilakukan Voging dan Alhamdulillah pak kades menyuruh Besok, " tambahnya. 

Biaya Penyemprotan menurutnya ditanggung masyarakat, "benar mas, dinas kesehatan hanya menyediakan alat dan Obatnya saja, terkait dengan biaya Bahan bakar, ongkos tenaga Voking dan akomodasi tenaga Voking masyarakat yang membiayai," jelasnya. 

Abdullah Mashud warga Setempat yang juga Tim Investigasi LSM Gempur, menyayangkan biaya Voging masih di bebankan masyarakat, "sangat ironis sekali, negara seharusnya hadir, kalau seandainya masyarakat tidak mempunyai uang untuk membayar biaya Penyemprotan, bagaimana” keluhnya.

Apakah harus menunggu ada Rakyat yang meninggal dahulu baru pemerintah membantu, Kewajiban Negara adalah Melindungi Rakyatnya, itu sudah Jelas dalam UUD, untuk itu saya berharap pemerintah agar membebaskan perihal biaya voging ini, " harap Ji Mau'k biasa ia dipanggil.

Sementara itu, Kepala Desa Manggisan Moh.Holili yang mengikuti Kegiatan pemeriksaan di rumah tinggal Warganya,  keterkaitan dengan permasalahan Pembiayaan Penyemprotan dirinya mengatakan pihaknya tidak akan membebankan kepada masyarakat "ini sudah menjadi tanggung jawab saya mas selaku Bapak, apapun saya lakukan untuk masyarakat, saya tidak memberi beban ke masyarakat saya ," katanya, 

Menanggapi keluhan tersebut, Kades Manggisan Yang akrab di panggil Holili ini mengatakan bahwasanya penyemprotan di desanya bukan hanya sekali saja, dirinya mengatakan Penyemprotan sudah dilakukan 2 kali, dan itupun dirinya tidak memungut biaya dari Masyarakat, dan untuk semua biaya akan ditanggung oleh desa.

"besok ini untuk kedua kalinya mas, dan biaya semua kami yang membayarnya, kemaren yang pertama itu 550 ribu, dan barusan 450 ribu, itu saya tidak menarik sepeser pun dari masyarakat, ini sudah menjadi kewajiban saya, sebagai bapak mas, semuanya saya lakukan untuk rakyat, " Ungkapnya.

Namun dirinya merasa heran keterkaitan Pembiayaan yang masih dibebankan ke masyarakat, "lah iya mas, Terus gunanya program Kartu Indonesia sehat dari pemerintah, saya hanya berharap pihak pemerintah terkait menkaji ulang tentang hal ini " pungkasnya. (Yond)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: