"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, February 10, 2016

Aparat Gabungan Kembali Akan Gelar Razia Tambang Emas Liar Di Gunung Manggar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Guna cegah maraknya penambangan emas liar Di Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Jatim, aparat gabungan Polres Jember kemali akan menggelar razia.

Pasalnya jika dibiarkan dikhawatirkan akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan. Sikap nyata Polres Jember diwujudkan dengan mengadakan rapat koordinasi persiapan operasi gabungan penanganan penambangan emas illegal di Gunung Manggar Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan yang digelar di Rupatama Polres Jember.

Tampak hadir dalam rapat yang digelar Rabu (10/2), di Mapolres Jember bersama stake holder pimpinan instansi terkait mulai dari Dandim 0824 Jember, Administratur Perhutani Kabupaten Jember, Kadisperindag Kabupaten Jember, Pembina keamanan Perhutani dari Polda Jatim.

Tampak hadir juga Kepala Keamanan Perhutani, Muspika Wuluhan, Kades Kesilir Kecamatan Wuluhan dan beberapa tamu undangan lainnya yang dibuka oleh Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, M.Si, diwakili oleh Kabagops Kompol Drs. Kusen Hidayat, SH, M.Psi.

Kabagops Kusen Hidayat  memaparkan peta kerawanan, sasaran pelaksanaan operasi gabungan, situasi dan gambaran kondisi riil lapangan. Dijelaskan secara rinci bahwa areal Hutan Gayam Desa Gunung Manggar mencapai luas 1.262,70 Ha. 

Dimana areal yang ditambang secara total mencapai 8.0 Ha yang berada di Petak 13a, 14a dan 14b. Dengan rincian Petak 13a Baku : 9,5 Ha Luas ditambang : 1,9 Ha; Petak 14a Baku :19.4 Ha Luas ditambang 1.0 Ha; dan Petak 14b Baku :12.1 Ha Luas ditambang 5.1 Ha.

Kusen menjelaskan secara riil kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat penambangan liar sangat jelas terlihat, dipertegas dengan gambar-gambar riil dari hasil foto yang memperlihatkan puluhan atau bahkan ratusan bekas galian dengan dimensi kedalaman yang bervariatif yang tersebar memenuhi lokasi penambangan.    

“Sewaktu-waktu lubang galiang ini bisa menimbulkan longsor dan dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar.”Terang Kusen

Sementara Dandim 0824 Letkol Inf M. Naas menitikberatkan sisi hukum, menurutnya tidak dapat dipandang ringan melainkan permasalahan besar yang dampaknya sangat berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Karenanya, permasalahan hukum secara obyektif pasti akan mengutungan di satu pihak dan merugikan pihak lainnya.

Adminitratur (ADM) Perhutani Johan sangat mendukung rencana operasi gabungan. Menurutnya ini adalah tanggung jawab yang mencerminkan kehadiran aparat pemerintah di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mengetahui dampak lingkungan dan dampak sosial yang akan terjadi.

Johan juga akan melibatkan komponen masyarakat mulai aparat keamanan, Orari, PMI, dan Pramuka dalam pelaksanaan penanganan Penambangan liar yang direncanakan diadakan pada Minggu ke IV akhir bulan Februari ini dengan menyusun pentahapan lebih awal dari Pra Giat, Pelaksanaan giat dan pasca giat yang akan dibahas dalam rapat tim dalam waktu dekat ini.

Sementara Camat Wuluhan, kepala Desa Kesilir dan Kepala Keamanan Perhutani dari Polda Jatim secara umum menyampaikan dukungan terhadap langkah maju yang ditempuh Polres Jember bersama stake holder dalam menangani penambangan liar Gunung Manggar. (edw)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: