"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, March 24, 2016

Bupati Jember Canangkan Gerakan Shodaqoh Sampah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Untuk mengatasi problem menejemen sampah dan memupuk kesadaran santri, siswa serta masyarakat, Bupati Jember Kamis, (24/3) canangkan gerakan Shodaqoh sampah.

Karena Shodaqoh sampah ini melibatkan siswa dan santri, kegiatan ini menjadi media edukasi, karena akan merubah perilaku. Untuk itu kegiatan ini dijadikan gerakan moral untuk menyelesaikan persoalan sampah yang di mulai dari Jember untuk Indonesia.

Pasalnya untuk mengubah pola pikir masyarakat  dari budaya membuang sampah sembarangan, menjadi kesadaran, itu tidak mudah, perlu latihan dan pendidikan. Demikian kata Bupati Jember, dr Faida, MMR, usai pencanangan Shodaqoh Sampah, Di Yasrama Kamis Pagi (24/3).

“Kita mulai gerakan ini dengan shodaqoh  sampah plastic yang dikumpulkan dengan semangat, untuk membantu menyelesaikan problim sampah di kabupaten jember, dan gerakan shodaqoh sampah ini, selain berpahala, karena diniatkan sebagai shodaqoh dan menyelesaikan problem menejemen sampah”. Tuturnya.

Kegiatan yang digagas ketua Yayasan Pesantren Raudlatul Muta’alimin (Yasrama) Baratan kecamatan Patrang, kemudian dijual untuk membeli peralatan pengolahan sampah, dan kebutuhan lembaga, siswa serta santri ini merupakan terobosan baru, untuk menyelesaikan persoalan sampah baik di jember maupun di Indonesia.

“Semangat Gerakan Shodaqoh Sampah harus ditularkan ke pesantren, sekolah atau kelompok masyarakat lain, karena hingga saat ini pengelolaan sampah menjadi masalah serius. karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pakusari yang hanya seluas 6 hektar, apalagi belum maksimal mengelolanya”. Harapnya.

Untuk itu Bupati Faida meminta Program Shodaqoh Sampah ini bisa bersinergikan dengan Dinas PU Cipta Karya, dan Kantor Lingkungan Hidup. Gerakan yang dimulai oleh para santri ini, diharapkan menjadi wahana edukasi dan gerakan nasional pengolahan sampah di Indonesia.

“Kita tadi sudah ambil sikap, karena ini memang sudah menjadi program. Pemerintah Kabupaten Jember, akan memasukan dalam program gerakan shodaqoh sampah ini sebagai bagian dari PU Cipta karya dan lingkungan hidup dan akan dianggarkan untuk hal ini”.  Tegasnya.

Tadi kita juga lihat dari beberapa sampahnya masih banyak dari sampah plastic bekas air mineral, masyarakat kita masih banyak mengkonsumsi dan menggunakan bukan produk jember, karena kebanyakan mereka belum tau, air mineral asli produk jember yang mana saja dan ini menjadi Pekerjaan rumah (PR)  kita semua.Pungkasnya.

Sementara ketua Yasrama, Kustiono Musri berharap gerakan ini akan diikuti oleh lembaga lain ”gerakan ini tidak akan bisa buming, tanpa dukungan dari bupati, kalau sudah bupati melakukan pencanangan seperti ini, akhirnya kepala dinas akhirnya pasti akan mensuport” Harapnya

Untuk jangka pendek kustiono berharap shodaqoh sampah ini bisa diterapkan disemua lembaga pessantren maupun  pendidikan sekolah mulai SD/MI sampai SMA/SMK?MA . “Kalau itu terjadi maka keberadaan sampah-sampah plastic itu, step by step, akan bisa menyelesaikan persoalan sampah di Jember.

Jika pengumpulan  botol dan gelas plastik bekas air minum di terapkan, di pesantren dan sekolah, apalagi kalau didukung  Kispendik, Depag, dan  Pesantren dan diinstruksikan, dengan kewajiban, dan sangsi tertentu maka dipastikan sekian tahun kedepan, kita punya generasi yang sadar lingkungan.

“Alhamdulillah memang sudah di support betul oleh bupati, tinggal kita tunggu realisasinya dari berbagai fihak level bupati kebawah,  dan itu butuh peran dari temen-temen pers untuk bisa mengawal gerakan ini supaya bisa benar-benar terealisasi”.  

Gerakan Shodaqoh Sampah yang digagas dimaksudkan untuk menggugah kesadaran Siswa, santri dan masyarakat agar bijak mengelola sampah. “setiap hari kamis sekitar 150  siswa, melakukan Shodaqoh Sampah. Sekolah tidak pernah membatasi jumlahnya , disamping itu kami juga menerima sedekah sampah dari masyarakat.

Kegiatan ini selain mengasah kepekaan siswa, agar peduli lingkungan, semoga dapat memupuk kesadaran santri, agar gemar bersodaqoh, Sampah yang terkumpul akan dijual untuk kebutuhan Yayasan, dan pendidikan.  Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya dijalankan di Yasrama, namun juga dilakukan sekolah lain di Jember. (eros)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: