"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, March 13, 2016

Setelah 50 Hari Meninggal, Makam Dibongkar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Makam Diva Sofyan Wijaya (17), warga Perum Bumi Mangli, Kaliwates, yang dilaporkan tewas akibat kecelekaan, Selasa (15/3). dibongkar Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.

Pasalnya pihak keluarga mencurigai meninggalnya korban akibat tindak kekerasan dan meminta agar dilakukan otopsi.  Demikian dusampaikan Kompol dr Bambang Widhiatmoko Spf didampingi Tim (DVI)  Kesehatan Polres Jember usai memimpin pembongkaran

Menurut Taufik (45) ayah korban, Diva ditemukan meninggal di Jembatan Imam Bonjol, Kaliwates, Sabtu dinihari (23/2). "Kondisinya luka parah di wajah. Proses dari keterangan Laka-lantas dan Reskrim, serta rumor yang berkembang timbul indikasi lain, selain laka, justru cenderung minim dari akibat laka tunggal, maka keluarga mohon untuk mendapatkan kepastian kematianya.”Jelas Taufik.   

Namun anehnya motornya nggak rusak. Kalau memang kecelakaan, motornya kan pasti rusak," Kecurigaan bahwa anaknya meninggal bukan karena kecelakaan semakin menguat, setelah teman-teman korban menceritakan bahwa sebelum kejadian korban sempat terlibat pertengkaran.

"Makanya saya meminta polisi untuk membongkar kuburan anak saya supaya diotopsi. Biar semua jelas, apakah anak saya meninggal karena kecelakaan atau perbuatan kriminal," Urai Taufik.

Keluarga telah menmendapatkan informasi dari teman dekatnya, adanya pertengkaran perkataan sebelum terjadinya musibah, dipicu ada perselisiahan hubungan dengan pacarnya (Cenburu), yang mendasari untuk mencari titik terang atas kematian korban, sehingga melaporkan kepada petugas untuk ditindak lanjuti. “Pungkas Taufik

Sementara Kasat Reskrim Polres Jember AKP Agus Supriyanto, Dalam rangka tindak lanjut yang semula dilaporkan kecelakaan tunggal, namun informasi dari keluarga adanya unsure pidana, sehingga dilakukan pembongkaran kubur korban. “Jelas Agus.

Menurut Agus pembongkaran kuburan itu dilakukan karena permintaan keluarga. "Keluarga curiga dengan kematian korban yang dianggap ada kejanggalan. Jadi hari ini kita lakukan pembongkaran makam," ungkap Agus di ketika lokasi pembongkaran mayat

“Utuk melihat dan ditemukan bukti baru, sementara yang sudah diamankan sebuah Sepeda motor, HP dan dompet milik korban, yang sebelumnya sudah ditangani oleh laka-lantas namun adanya indikasi unsure pidana maka mendatangkan pihak rumah sakit Bayangkara Surabaya untuk melakukan Visium.”Pungkasnya (edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: