"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, April 1, 2016

Pelukis PNS; Berkarya Untuk Berbagi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sepulang dari menjalankan tugas rutinnya, Susmiadi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini menanggalkan seragam dinasnya. Dengan mengenakan kaos dan celana pendek Sore itu ia mulai melukis.

Tampak aksesoris kalung, di lehernya, untuk sementara ia jadi seniman. Sebidang kanvas terpajang di depannya, sebelah kanan beberapa cat berwarna-warni serta palet berbagai ukuran. Sementara bagian bawah, kuas berbagai ukuran juga tersedia dalam sebuah wadah mirip gelas besar, berwarna putih.

Bukan kuas seperti yang digunakan pelukis kebanyakan, kali ini dia menggunakan cetok kecil yang ia sebut palet.  Awalnya, kanvas putih itu dia beri cat berwarna sama, putih. Selanjutnya, dengan cekatan PNS yang bekerja sebagai Kepala UPT di Dinas Pengairan Kencong ini kembali memulas kanvas berbagai warna.

Seolah mau hujan, kanvas putih itu berubah, setengah jam kemudian, samar-samar muncul sebidang gambar seperti pantai. Ya, Susmiadi melukis panorama alam Pantai Papuma. “Persisnya saya tidak ingat, tapi kalau 2000 lukisan mungkin lebih,” kata Susmiadi. Jumat (1/4)

Teras rumah, di Dusun Ponjen Lor, Desa/Kecamatan Kencong, menjadi tempat vaforit suami Sugiati itu menyelesaikan pekerjaannya, Biasanya akhir pekan, atau malam hari, “Kalau mood sedang bagus, satu lukisan saya selesaikan selama 2 sampai 3 hari. Itupun tergantung seberapa besar ukurannya,” ucapnya.

Ayah dua anak ini mengaku, hampir menguasi semua aliran dalam seni lukis. Mulai natural, realis, abstrak, hingga imprealis. Bahkan saat ini, dia juga tengah menekuni lukisan dengan media bulu. “Tapi saya lebih tertarik lukisan bertema humanis karena ada hubungannya dengan kemanusiaan,” ujarnya.

Pelukis yang pernah mengikuti pameran hingga keliling Indonesia ini memiliki mimpi besar, bisa menggelar ajang melukis on the spot, tentang eksplorasi keindahan wisata alam di Jember, “Harapannya, saya bisa andil membangun wisata Jember melalui seni yang saya tekuni." tuturnya.

Hasilnya akan dilelang. Tapi bukan untuk pribadi, melainkan untuk disumbangkan kepada kaum duafa. Setidaknya, bagi Susmiadi, mimpi besar itu tak hanya meninggalkan nama ‘Shoez’ dalam setiap karyanya. Melainkan membekaskan kenangan indah, tentang baktinya untuk Jember dan Indonesia. (ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: