"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, June 30, 2016

Ratusan Warga Tuntut Kades Nogosari Mundur

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Ratusan warga Desa Nogosari kecamatan Rambipuji, Kamis (30/6)  mengggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kecamatan. Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) mundur dari jabatannya.

Selain berorasi mereka juga membentangkan sejumlah spanduk yang bernada tuntutan. Ditengah-tengah aksi, perwakilan warga menyerahkan celana dan rompi yang bertuliskan ‘Tahanan’ sebagai simbol bahwa Kades mereka layak ditahan oleh aparat. “Secara simbolis rompi ini kami serahkan ke Kapolsek,” kata Heri Kukuh.

Pasalnya ia diduga telah  melakukan pemungutan sejumlah uang untuk pengangkatan Ketua RT dan RW, Kades juga dituding tak melaksanakan lelang tanah kas desa. “Calon RT dan RW tersebut bersedia membayar karena diiming-imingi akan diberi insentif Rp 2,5 juta pertahun, sementara pengurusan akta tanah juga lama dan berbelit-belit. Bahkan sejumlah perangkat desa tak diberi honor oleh Kades,” paparnya.

sejumlah perwakilan massa kemudian melanjutkan aksinya dengan mendatangi Kantor Pemkab Jember serta Kejaksanaan Negeri Jember. Mereka akan menyampaikan aspirasinya ke Bupati dan Kepala Kejari Jember. “Kami akan melaporkannya ke kejaksaan dan kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegas Heri.

Menanggapi tudingan tersebut Kapala Desa Nogosari, Mohamad Zaenal Abidin, menampik. Menurut dia, apa yang disampaikan para demonstran tidak benar dan hanya fitnah belaka. “Logikanya dimana kalau RT dan RW itu dimintai uang sampai Rp 7,5 juta. Padahal tunjangan mereka sebulan cuma berapa?” ujarnya.

Zaenal balik menuding, jika aksi massa tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik pasca Pilkades. Karena sejumlah penggerak warga merupakan para pendukung lawan politik ketika penyalonkan 3 tahun lalu.“Termasuk soal lelang tanah dan honor perangkat desa yang tak dibayarkan. Semua itu tidak benar,” bantahnya.  (ruz)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: