"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, July 29, 2016

Dinsos Jember Serius Tangani Penderita Gangguan Jiwa

Jember. MAJALAH-GEMPUR.Com. Kepala Dinsos Jember, bersama anggota dewan dan pemerintah desa, Jum’at siang (29/7) datangi rumah penderita gangguan jiwa, di Dusun Krajan, Desa Kemunigsari Lor, kecamatan Panti.

Mereka mengunjungi rumah Jazuli, penderita psikotik yang dilaporkan kerap membuat onar di lingkungan rumahnya. “Rencananya warga akan memasungnya, tapi kami lebih memilih solusi (rehabilitasi),” ungkap Dahlan, Ketua Rt 5 Rw 2, Dusun Krajan, Desa Kemunigsari Lor.

Kepala Dinsos Jember, Eko Heru Sunarso mengatakan, langkah proaktif ini merupakan respon atas laporan warga. Selain juga untuk menyegah dampak negative. “Kalau tak segera tertangani, kami khawatir akan menimbulkan dampak terhadap masyarakat,” katanya, usai mendatangi rumah penderita.

Penanganan penderita psikotik harus terkoordinasi dengan baik. Tak bisa grusa-grusu, semua pihak wajib terlibat. Termasuk keluarga penderita dan masyarakat setempat. “Harus ada sinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Termasuk dengan masyarakat setempat dan keluarganya,” ujar Heru.

Sebab, bagi penderita yang memiliki keluarga, rehabilitasinya harus seizin keluarga. Sementara untuk gelandangan, harus berkoordinasi dengan UPT Rehabilitasi Sosial Jawa Timur di Pasuruan.  “Karena di Jember tidak ada tempat rehabilitasi. Liposos (Lingkungan Pondok Sosial) itu hanya tempat transit,” ujarnya

Menurut Heru, angka psikotik di Jember, tergolong kecil dibandingkan daerah lain. Data yang terekam di Dinsos pada 2015 kemarin, tercatat ada 516 kasus yang telah tertangani. “Itupun dari 516 kasus psikotik yang tertangani, hanya 119 orang yang asli Jember. Sisanya merupakan buangan dari daerah lain,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan merespon cepat setiap ada laporan. Karena dampak yang ditimbulkan dapat mengganggu warga sekitar. “Kedepan, kami akan membentuk TRC (Tim Reaksi Cepat). Tugasnya untuk merespon setiap laporan atau temuan tentang kasus PMKS, termasuk penderita psikotik,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jember, Budi Wicaksono mengapresiasi langkah dinsos. Kendati dia juga meminta, semua pihak turut membantu. “Dinsos inikan hilir dari hulu persoalan sosial. Sehingga semua pihak harus nyengkuyung (membantu), tak bisa sendirian.” ujarnya.

Selanjutnya, politisi Partai Nasdem ini akan mendorong maksimalisasi peran Komite PMKS yang berada di tingkat kecamatan dan desa. “Karena Komite PMKS ini kan yang paling dekat dengan masyarakat. Sehingga perannya sangat vital dalam mengentaskan persoalan PMKS di Jember,” pungkasnya. (ruz/edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: