"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, August 19, 2016

Puluhan Ton Tembakau Naa Oogst Masa Tanam 2015 Tak Laku

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sekitar 40 ton tembakau jenis Naa Oogst milik petani di Dusun Jatigowok, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, kabupaten Jember, Jawa Timur masa tanam tahun 2015 hingga kini tidak laku.

Perusahaan enggan membeli, karena tembakau tersebut dinilai terpapar abu vulkanik Gunung Raung. Jumlahnya sekitar 40 ton. 10 ton diantaranya daun tembakau atas, seperti panderek dan top, sementara sisanya adalah tembakau filler,” Demikian dikeluhkan Tonaji, petani sekaligus pedagang pengepul, Jum’at (19/8).

Menurut dia, sebagian tembakau itu merupakan titipan petani di desanya yang pada musim tanam tahun lalu tidak laku dijual. Petani menitipkan tembakau kering itu karena tak bisa mengolah sendiri, sebab jika salah perawatan saat masa penyimpanan, daun tembakau tersebut bisa rusak.

“Anehnya, beberapa perusahaan yang sempat saya datangi enggan membeli. Mereka beralasan untuk masa tanam 2015 kemarin, tembakau petani terkena abu vulkanik Gunung Raung. Sehingga mereka hanya mau membeli tembakau masa tanam 2016,” ujarnya.

Sementara pada masa tanam 2016 ini, tembakau jenis yang sama harganya cukup tinggi. Untuk kualitas sedang harganya bisa mencapai Rp 5 juta.  Karena tahun kemarin terpuruk, luasan area tanam dukurangim dari 1 hektar, sekarang tinggal seperempatbta,” kata Fahrur Rozi, petani asal Dusun Tegalrejo, Desa Sabrang, Ambulu.

Fahrur Rozi adalah satu dari sejumlah petani yang pada tahun lalu tembakaunya belum laku dan masih tersimpan di gudang milik Tonaji.  “Saya berharap ada campur tangan pemerintah, terutama soal tembakau petani yang masih mengendap dan belum laku hingga saat ini,” pintanya.

Merespon temuan tersebut, Wakil Ketua Komisi  B DPRD Jember, Budi Wicaksono mengatakan, akan memanggil sejumlah perusahaan tembakau di Jember. Pihaknya akan meminta solusi mengenai persoalan yang tengah dihadapi para petani.

Budi mengaku kaget dengan jumlah tonase tembakau petani yang belum terserap. “Seharusnya tembakau petani masa tanam 2015 kemarin sudah terserap semua. Jika memang ditemukan timbunan tembakau di petani, kami akan panggil perusahaan-perusahaan, kami akan minta solusi dari mereka,” ujarnya.

Apakah tembakau itu harus dibersihkan dulu dari abu vulkanik, sebelum perusahaan bersedia membelinya. “Atau mungkin ada perawatan lain. Nanti setelah kami panggil (perusahaan tembakau) akan diketahui solusinya. Tapi yang jelas, tembakau petani tersebut harus terserap oleh perusahaan,” jelasnya. (ruz)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: