Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Sabtu, 04 Maret 2017

Berkali-kali Ditolak, Pasien Miskin Situbondo Akhirnya Dirujuk Ke RS Malang

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Untuk mengeluarkan benda asing yang  menyerupai bolpain yang bersarang di dalam tubuh Zainul Rifin. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoer Rahem kabupaten Situbondo Jawa Timur, akhirnya merujuk ke Rumah Sakit Malang.

Diperkiarakan benda asing  itu bersarang di dalam perut siswa SMP itu sejak dua tahun silam. Selama itu pula, siswa berusia 14 tahun asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, mengaku kerapkali mengalami sakit perut dan susah buang air besar.

Berdasarkan Endoskopi pihak RSUD, benda asing bersarang di dalam perut Zainul Rifin,  berada sekitar 30 center dari lubang anus. Karena peralatan medis di RSUD Abdoer Rahem tak memadahi, Zainul Rifin dirujuk ke Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang siang kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Abu Bakar Abdi mengaku, seluruh biaya operasi ditanggung BPJS, karena pasien memiliki Kartu Indonesia Sehat.  “Benda asing di dalam perut korban harus cepat dikeluarkan, karena jika tidak akan sangat membahayakan kesehatannya”. Jelasnya

Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Malang, Wakil Bupati Yoyok Mulyadi menyempatkan diri menemui di ruang rawat penyakit dalam. Kedatangan Wabup disambut suka cita. Pihak keluarga mengaku terharu, karena penyakit aneh, mendapat perhatian serius Pemkab Situbondo.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya pihak keluarga pasien Kim Zainur Ridho (35), sudah berupaya semaksimal mungkin. Dengan ditolaknya KIS oleh BPJS, melalui anggota DPRD dari Jangkar mencoba mengurus SPM, Namun lagi-lagi ditolak Rumah sakit, Sementara Zainurripin sudah 10 hari dirawat.

Karena tidak memiliki uang operasi, kartu KIS BPJS dan Surat Pernyataan Miskin (SPM) ditolak. Keluargapun akhirnya pasrah. “Kami sekeluarga hanya bisa pasrah, katanya ada benda menyerupai bolpoin di dalam perut, itulah alasan BPJS maupun RS menolak kartu KIS atau SPM yang kami ajukan” Keluhnya

Sementara dokter menyarankan agar pasien segera di rujuk ke RS Malang, sementara sekeluarga mengaku tidak punya biaya, “Darimana kami dapat uang, kalau harus pake pasien secara umum, kami hanya berharap ada orang yang berhati mulia bisa membantu kami,” Ucap Kim lirih.

Menurut Ahli penyakit dalam RSUD Abdoer Rahem, Dari hasil foto Rontgen ditemukan ada benda kecil didalam perut Korban, Pihak dokter kemudian memutuskan melakukan Kolonoskopi, ”Setelah dilakukan kolonoskopi dari dubur, ditemukan benda mirip Bolpoin 30 cm dari lubang anus,” Jelas dr. Ahmad Baihaqi

Penolakan BPJS nomer : 187/VII-08/2017 dan RSUD, menurut Direktur RSUD Abdoer Rahem, mengacu pada PermenKes RI no. 28 tahun 2014 tentang pedoman program JKN Bab IV poin i: Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri.

“Artinya benda yang diduga mirip Bolpoin itu ada unsur kesengajaan dimasukkan, dari mana (bolpoin) bisa masuk kedalam dubur kalau tidak ada yang sengaja memasukkan, alasannya apa dan oleh siapa, itu belum kami ketahui,” Papar Dr.Tony. (Yan)

Berita Terkait Kesehatan

Tidak ada komentar: