Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Jumat, 02 Juni 2017

Dampak Penggunaan Air Sungai Bagi Kesehatan

Malang, MAJALAH-GEMPUR.Com. Air sangat sanngat berguna bagi tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya, air diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak.

Tubuh kita membutuhkan kandungan air sebanyak 60% - 70% dari berat badan. Tak hanya dalam tubuh manusia dan makluk hidup lainnya, saat kita memasak, mencuci, dan mandi tentu saja membutuhkan air yang bersih.

Sejak zaman dahulu manusia mendapatkan air dari sumber mata air yang mengalir, misalnya sungai. Sungai adalah air tawar dari sumber alamiah yang mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah serta bermuara ke sungai yang lebih besar, danau, dan laut.

Keberadaan sungai memegang peranan penting bagi kemaslahatan hidup orang banyak terutama masyarakat yang tempat tinggalnya berada di daerah pinggiran sungai. Mereka menggunakan sungai untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti minum, mandi, mencuci, bahkan buang air kecil maupun besar.

Pembuangan limbah rumah tangga seperti urine, feses serta bahan kimia dari sabun dapat menyebabkan pencemaran air. Apakah air yang digunakan buang air kecil dan besar itu baik? Tentunya tidak, karena sidah terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit jika terkena kulit maupun masuk ke dalam tubuh.

Mikroorganisme seperti bakteri yang keluar dari feses disebut bakteri Coliform. Kelompok bakteri Coliform antara lain Eschericia coli (E coli), Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii yang dapat menyebabkan diare hingga muntaber.

Bakteri E Coli sempat menghebohkan dunia Juni 2011 lalu. Bakteri yang menjangkiti ribuan dan menewaskan warga pernah mewabah di Eropa. Bakteri yang disebut Entero Haemorrhagic E Coli (EHEC) ini memicu penyakit berbahaya dan mematikan yang disebut Haemolytic Uraemic Syndrome (HUS).

Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan warga dan sikap acuh tak acuh tentang kebersihan sehingga menjadi kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan dan timbulnya berbagai macam penyakit.

Apalagi saat musim kemarau panjang dapat memperparah keadaan karena air yang menyusut ditambah dengan sampah yang menumpuk akan membuat pertumbuhan bakteri dan virus semakin cepat. Kurangnya kesadaran warga saat menggunakan sungai sebagai sarana kebutuhan sehari-hari semakin kronis.

Mindset memanfaatkan sungai perlu dibuah, bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan memberikan dampak yang baik bagi tubuh. Mlailah kesadaran menjaga dan merawat diri sendiri serta lingkungan sekitar, tidak membuang sampah, tidak mencuci, mandi, dan lain-lain di sungai.

Penurlis: Inggar Fourusita
Prodi : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang

Berita Terkait Kesehatan

Tidak ada komentar: