"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 29 Juni 2017

Di Hari Lebaran, Pengunjung Lapas Jember Meningkat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. lebaran Idul Fitri tahun ini, jumlah pembesuk di lembaga pemasyarakatan (Lapas) II A Jember Jawa Timur, sejak Minggu hingga Rabu (25-28/6) mengalami peningkatan.

Berdasarkan evaluasi Kasibindik Lapas II Jember, jumlah pembesuk  di hari lebaran ini sejumlah 3.970 pengunjung,  mengalami peningkatan tiga kali lipat dibandingkan dengan jadwal besuk hari - hari biasa rata-tata sejumlah 1000 pengunjung.

"Lebaran tahun ini jadwal besuk kita buka dengan empat waktu, mulai Minggu (25/06) hingga Rabu (28/06), ungkap Kepala seksi pembinaan tahanan dan anak didik (Kasibindik) Lapas Klas II A Jember, Dadang Firmansyah di Kantor Lapas Klas II A Jember, Kamis (29/06).

Pada besukan, pertama Minggu sebanyak 437 pengunjung, hari kedua  Senin, 1155 pengunjung, sedangkan Selasa 798 dan hari Rabu 1580 pengunjung, total 4 hari lebaran 3.970 pengunjung. "Namun mulai Hari Kamis (29/06) hingga Sabtu (01/07) kita liburkan," ucap Pria kelahiran Jember ini.

Menurutnya liburan tersebut untuk memberi kesempatan cuti bersama bagi para petugas Lapas. Sebenarnya jumlah petugas dengan jumlah pembesuk tidak sebanding, khusus piket kunjungan saat ini kita menambahkan 29 personil, jadi total petugas yang ada sekitar 35 personil.

 "Hari ini ada 768 warga binaan menempati Lapas Jember, tahanan sebanyak 448 orang dan narapidana sebanyak 320 orang, dengan asumsi 1 Napi dibesuk 4 orang (Istri, anak dan 2 keluarga lain) sudah hampir 1000 orang, untuk kita atur bergantian" jelasnya.

Sebenarnya kapasitas Lapas menampung 390 orang, kini terisi sekitar 700 penghuni. Secara umum, Lapas Jember saat ini mengalami over capacity, namun secara umum masih kondusif, karena kita memaksimalkan apa yang kita punya. "Alhamdulillah kondusif, jumlah narapidana dan tahanan tetap utuh," tuturnya

Secara prosedur tiap warga binaan dapat ruang gerak 5 M2, namun kemampuan negara terbatas “Peraturan ini muncul sekitar tahun 1995. sementara Lapas Jember ada jauh sebelum peraturan tersebut, jadi kita hanya melakukan pengembangan saja," Pungkas Dadang (edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: