"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 06 Juli 2017

Sesak Nafas, Warga Situbondo Protes Pabrik Rumput Laut

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Warga keluhkan asap pabrik pengemasan rumput laut, di desa Klatakan, Kendit, Kabupaten Situbondo, pasalnya bau limbahnya sangat menganggu lingkungan.

Asap yang mengepul tebal itu juga mengeluarkan aroma tidak sedap hingga mencapai radius dua kilometre, akibatmnya  sering membuat warga sesak nafas. Lantaran geram, warga mengancam akan mendemo pabrik yang disebut-sebut milik orang asing itu.

Keluhan itu diungkapkan salah satu warga setempat, Pepeng. Limbah pabrik pengelohan rumput laut dan sekaligus  asap tebal  yang keluar dari cerobong pabrik, Sangat menganggu pada lingkungan warga sehingga banyak warga yang mengalmi sesak nafas, Katanya Kamis, (6/7).

Warga sebenarnya sudah protes semenjak pabrik itu dibangun, apa lagi pihak pabrik tidak pernah melakukan sosialisasi ke warga . Bahkan menurutnya warga sudah pernah melakukan mediasi terkait masalah tersebut namun pihak pabrik tidak mengindahkan, Padahal masalah tersebut terkait dengan kesehatan warga.

Namun hingga kini belum ada solusinya. Terbukti, asap pekat dari pabrik terus mencemarkan kualitas udara setiap jam operasional. “Yang diinginkan warga udara bersih, Kami juga menuntut agar pabrik itu memperbaiki sistem pengolahan limbah. Pintanya

Untuk itu warga menurut komitmen perusahaan membuat pengolahan limbah untuk memfilter asap sebelum keluar melalui cerobong,  demikian limbah pabrik juga dilakukan pembenahan, sehingga partikel-partikel bahan baku pengolahan rumput laut idak sampai mencemari sampai pemukiman warga.

Pasalnya setiap kali pabrik beroperasi, halaman rumah warga kotor dengan debu dari pabrik. “Kalau musim kemarau tambah parah, debu-debu beterbangan. Cucu saya sempat batuk dan sesak nafas, kamiberharap pemerintah segera melakukan sidak dan memgambil tindakan tegas perusahaan itu”. kata Erwin

Dalam waktu dekat ini apabila pabrik tetap saja tidak tanggapan, mereka mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa “kalau masih belum ada perbaikan, kami dan warga akan melakukan aksi demo " timpal Halid, salah satu tokoh masyarakat setempat yang sekaligus mewakili warga desa.

Kepala kantor  lingkungan Hidup (KLH), Mihammad Khalil mengaku belum pernah menerima laporan atas legalitas pabrik tersebut. "kami dengan tim akan melakukan sidak kepabrik itu, pada hari Senin, karena selama ini kami belum pernah menerima laporan " akunya.

Khalil menerangkan, satu persyaratan izin pabrik industri, yakni analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) atau upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UPL dan UKL), jika nanti ternyata  pihak pengelola pabrik tidak bisa menunjukkan maka pihaknya akan melayangkan surat peringatan. (Edo)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: