"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 14 September 2017

Dituduh Ansor Banyuwangi Hina NU, Yunus; Tak Mungkin, Saya Pagar Nusa

Banyuwangiti, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pernyataan M Yunus Wahyudi yang menyebut para kiai NU menerima aliran dana dari Investor Tambang Emas, membuat berang GP Ansor Banyuwangi.

Yunus juga menuding suntikan dana tersebut telah terjadi sejak tambang dikelola PT Indo Multi Niaga (PT IMN). Selain itu, Yunus juga mengatakan bahwa di Banyuwangi, ada istilah ‘Kiai Perampok. Sontak saja pernyataan membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor geram.

Pasalnya pernyataan itu dinilai telah mencoreng nama baik Nahdlatul Ulama (NU) dan para Kiai.  Untuk itu Mereka  mendesak ketua Forum Solidaritas Banyuwangi (FSB) asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, segera meminta maaf, baik secara lisan maupun melalui media 2 X 24 jam.

“Jika tidak dilakukan, artinya Yunus memang tidak ada iktikad baik, kita tidak akan segan mengerahkan pasukan, Menghina NU, ulama dan Kiai, berarti menghina Banser,” tegas Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Banyuwangi, Mashud, dalam rilis diaula PCNU, Kamis (14/97).

Steatmen Yunus dinilai ujaran kebencian dan bentuk adu domba, memecah belah Kiai dilingkungan NU, karena tanpa dasar, hanya akan memunculkan fitnah. “Untuk itu Banser mengecam keras perbuatan Yunus tersebut, dan meminta Kapolres Banyuwangi, segera menindak lanjuti laporan PCNU,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Yunus mengaku tidak akan meminta maaf, pasalnya  dia tidak pernah merasa telah menghina NU. Bahkan Yunus dengan tegas menyebut bahwa dirinya adalah warga NU yang juga pengurus Pagar Nusa NU Banyuwangi. Jadi tidak mungkin jika dirinya menghina NU. 

“Yang harus minta maaf itu para kucing garong serakah, harus minta maaf pada warga NU karena telah menipu dengan pencitraannya,” katanya.  Sedang terkait istilah ‘Kiai Peramp##’, Yunus menampik itu, dirinya berdalih hanya menirukan ucapan salah satu Kiai sepuh di Banyuwangi. (kim)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: