"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, October 15, 2017

Kapolres Jember Ajak Semua Elemen Tangkal Radikalisme

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Agar kedepan tidak tumbuh kembang di Jember Jatim, Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH mengajak semua elemen masyarakat tangkal Radikalisme.

Pencegahan paham Radikal atau teroris itu bisa dilakukannya dengan kontra radikal dengan radikalisasi, kalau di radikalisasi adanya program di pihak aparat bagaimana menurunkan radikal yang ada pada seseorang, tapi untuk kontra radikal ini aparat perlu kerjasama dari seluruh komponen warga masyarakat.

Pernyataan ini dilontarkan Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH usai melakukan kegiatan Konferensi Tokoh Warga melawan Radikalisme dan Terorisme di Aula IAIN Jember bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat,  (15/10) Minggu. 

"Kontra radikalisme adalah bagaimana warga masyarakat tidak terkena paham radikal, dengan penyebaran ajaran-ajaran yang ahli sunnah wal jamaah, kita tidak terkontaminasi oleh  kelompok yang suka membit'ah-bit'ah dan mengkafir kan kelompok lain," Jelasnya. 

Acara ini bagus, tindak lanjut sosialisasi Polres Jember dangan BNPT Brigjen Hamli. "Beberapa tokoh agama, Kiai dan Guru agama bahkan takmir masjid, Mushollah berkumpul mengacarakan tema ini. Jadi ini tindak lanjut yang sudah kami laksanakan pada saat di New Sari Utama bulan April Lalu" ucapnya.

Sinyalemen yang ada di Jember kelompok-kelompok keras baru kita tahu setahun terakhir ini. "Nah ini pemahaman-pemahaman bagaimana kita bisa menangkal paham radikal yang masuk kedalam Jember itu perlu kerjasama dari semua pihak termasuk element masyarakat" Terang Kusworo. 

Didunia pendidikanpun kita juga ada kegiatan semacam ini, dan kita mengundang semua rektor, dan beliau juga melakukan aksi-aksi dan terus berkoordinasi dengan kita. "Saya berharap kedepan tidak adanya kelompok radikal yang tumbuh kembang di Jember, termasuk di seluruh indonesia" harapnya.

Sementara IAIN Jember Prof. Babun Rektor mengungkapkan, persoalan ini tanggung jawab bersama bukan hanya kampus, Presiden Jokowi, pernah mengumpulkan 4 ribu pimpinan perguruan tinggi di Bali, Bagaimana Indonesia ini aman, bagaimana NKRI itu betul-betul bisa kita nikmati sampai kapanpun. 

"Oleh karenanya setiap ada gerakan maupun  paham ataupun aliran yang ingin mencoba untuk merubah paham yang sudah ada, saya kira Pancasila sebagai dasar negara, wajib hukumnya anak bangsa Indonesia memerangi radikalisme itu." ungkapnya.

Tetapi kita sebagai pimpinan agar supaya hati-hati dengan adanya aliran paham yang justru akan memecah belah bangsa kita. "Saya kira paham aliran di Kabupaten Jember itu ada, tetapi kita sebagai bagian dari pada anak bangsa kita harus selalu mewaspadai gerakan-gerakan itu"tutur Babun. 

Islam yang ada di Indonesia bukan yang ada di Arab, Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin, inilah yang harus kita dengungkan.  "Islam itu yang datang bukan menimbulkan kebencian tetapi Islam yang sebenarnya Islam yang penuh dengan kedamaian" Pungkasnya. (Edw/Gik)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: