"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 02 Oktober 2017

Satlantas Polres Banyuwangi Luncurkan 3 Inovasi Layanan

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Polres Banyuwangi Senin (2/9) resmikan tiga inovasi kelalulintasan. Program unggulan ini diluncurkan saat Apel HUT Polantas ke 62 di halaman Mapolres setempat.

Ketiga inovasi yang diluncurkan dalam Apel yang dipimping langsung oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto dan jajarannya serta jajaran Polantas itu adalah Samsat Coffe Night, Samsat Gandrung dan Ora Kepaling (tidak tersesat).

Samsat Coffe Night adalah pembayaran pajak kendaraan dimalam hari yang dipusatkan di tempat nongkrong anak muda. “Tahap pertama kami tempatkan di CafĂ© Oseng Deles. Jadi masyarakat bisa ngopi sambil membayar pajak kendaraan,” ujar Kasatlantas AKP. Ris Andriyanto Nugroho, SIK.

Sedangkan Samsat Gandrung menurutnya adalah layanan pembayaran pajak on call. Pelayanan ini dilengkapi sepeda motor yang mobile setiap saat. Masyarakat yang akan membayar pajak minimal 10 orang bisa menghubungi operator Samsat Gandrung yang akan segera meluncur memberikan pelayanan.

Sedangkan Ojo Kepaling adalah perpustakaan keliling berkaitan dengan lalu lintas yang akan ditempatkan di Polsek Genteng. Ojo Kepaling ini berupa sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi perpustakaan lengkap dengan buku-buku yang dibutuhkan masyarakat.

Seperti buku-buku tentang pengetahuan umum, keselamatan berlalu lintas dan pengetahuan tentang ujian pembuatan SIM. “Kami Polantas di Polres Banyuwangi senantiasa menjunjung tinggi loyalitas dan tanggung jawab serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Banyuwangi AKBP. Agus Yulianto yang membacakan pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian, berpesan agar Korp Lalu Lintas dapat mengevaluasi segala kekurangan dan pencapaiannya selama ini. Sebab, Korp Lalu Lintas Polri adalah bagian dari Polri yang menyentuh langsung ke masyarakat.

Tito mengakui bahwa satuan lalu lintas masih memiliki stigma negatif di masyarakat. Oleh karena itu, ke depannya satuan lalu lintas terus memperbaiki kinerjanya. “Banyak istilah polisi jigo masih ada, konotasi negatif publik masih ada, suka tidak suka image negatif masih ada,” katanya. (kim)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: