"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 7 June 2018

Ke Jember Khofifah Soroti Naiknya Harga Daging Ayam

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Melambungnya harga Daging Ayam Potong di Pasat Pasar Tradisional Jember Jawa Timur ini  jelang lebaran Hariraya Idul Fitri mendapat sorotan Khofifah Indar Parawansa.

Kenaikan harga itu didapat Pasangan Calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansah - Emil Dardak dari keluhan para pedagang dan masyarakat saat berkunjung ke Pasar Tradisional Tanjung di dampingi Ketua Tim sakses Dafit Handoko yang juga Anggota DPRD Jember Fraksi Patai Nasdem dan  ibu - ibu Muslimat.

Tingginya permintaan dan menurunya posokan inilah yang diduga menjadi penyebabnya. "Melambungnya harga daging ayam dipicu oleh minimnya pasokan dari peternak, sebelumnya dengan harga dua puluh lima ribu kini menjadi tiga puluh enam." Kata Khofifah kepada sejumlah awak media, Kamis (7/6/2018).

Kenaikan daging ayam menurutnya bukan hanya terjadi di Jember, tetapi juga dialami  dan terjadi di beberapa kabupaten / kota di Jawa Timur lainnya, untuk itu Khofifah meminta Dinas Perdagangan Kabupaten setempat supaya menelusuri posokan dan mencari sebab melambungnya harga daging ayam.

“Di daerah Probolinggo kami menemukan bahwa dari yang bagian potong ketersediaan daging sebenarnya sudah tercukupi, tetapi di Pasar-pasar Tradisional harganya masih tinggi, untuk itu Dinas Perdagangan setempat bisa menelusuri sebab kenapa mengalami kenaikan cukup signifikan”, Jelasnya.

Akibatnya  membuat pedang mengeluh pasokan menurun dan  tidak laku sedangkan masyarakat daya belinya menurun.  "Untuk itu setiap pusat pasar Tradisional Kabupaten perlu War Hause (gudang) untuk menjaga stabilnya pasokan ke pedagang agar harga tetap stabil." lanjutnya

Selain itu untuk menjaga ketahanan pangan dan ekonomi khususnya menjelang Hariraya Idul Fitri 2018 sangat dibutuhkan perhatian Pemerintah dengan memberikan kepada para pedagang agar mendapatkan pinjaman dari bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditengah pasar. (edw).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: