"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"
Custom Search

Thursday, 19 July 2018

Cuaca Buruk Hantam Kapal Nelayan Jember, 6 dari 21 Orang Tewas, 6 Lainya Hilang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Cuaca buruk hantam Kapal Nelayan di Plawangan Pantai Puger Kabupaten Jember Jawa Timur. Akibatnya 6 dari 21 orang penumpang tewas, 9 lainnya berhasil diselamatkan.

Informasi yang dihimpun media ini, sampai saat ini 6 orang yang dinyatakan hilang masih dalam proses pencarian petugas. Karamnya kapal Nelayan “Joko Berek” ini terjadi saat perjalanan pulang setelah tiga hari melaut mencari ikan di perairan pantai Puger.

"Korban ditemukan meninggal sebanyak enam orang, selamat sembilan anak buah kapal, sementara yang dinyatakan masih dalam pencarian sejumlah enam Orang." demikian disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusuworo Wibowo, SH, SIK, MH, kepada sejumlah media, Kamis (19/7/2018).

Perahu milik H Sudirman ini, dinahkodahi H Dirman, (50) Warga Dusun Mandaran I Desa Puger Kulon, dengan 20  Anak Buah Kapal (ABK). 6 ABK meninggal yaitu P Cecep (45) Puger Kulon, So'im (50) Balung, Hasan (50) Balung, Hadi (21) Puger Kulon, Ulum (35) Puger Wetan dan Kowi (Mandaran Puger Kulon).

ABK yang Selamat H Dirman (50) Nahkoda, Puger Kulon, P Tar (45), Puger Kulon, P Nawar (50), Puger Kulon, Saiful (22) Puger Kulon, Ran (60) Puger Kulon, P.Ranli (35), Puger Kulon, Sahroni (27) Puger Kulon, P.Sugeng (50), Puger Kulon, P.Sin (35) Balung. Sementara yang dalam pencarian, Munaji (45), Puger Kulon, Safik (65) Puger Kulon, Budi (47)  desa Mojosari, Kozim, Su'eb, satu nama belum diketahui”,

Tempat itu merupakan yang paling sering terjadi kecelakaan laut, dan dipasang bendera hitam, karena desakan ekonomi nekat melaut.  "Menurut keterangan Keluarga sudah tiga hari kapal ini melaut, dalam suasana cuaca ektrim dengan ketingian gelombang setinggi empat hingga lima meter." ungkapnya.

Menurut  Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo, pihaknya langsung mengirimkan Team Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 10 orang dan dari Basarnas sebanyak 8 orang , namun masih  belum berani bergerak ini disebabkan ombak yang masih besar." katanya (edw).

Berita Terkait Lingkungan

No comments: